WhatsApp Icon
BAZNAS Lampung Utara Berpartisipasi dalam Acara Ponpes Daarul Khair Kotabumi

KOTABUMI– Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lampung Utara turut ambil bagian dalam menyemarakkan perayaan Milad ke-35 sekaligus Wisuda Santriwan/Santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Daarul Khair yang berlangsung di Muara Aman, Kotabumi.

Sinergi antara Ponpes Daarul Khair dan Baznas Lampung Utara dalam aksi pembagian sembako serta donor darah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif langsung bagi warga Muara Aman, sekaligus menjadi bukti nyata bagaimana nilai-nilai kepedulian Islam dipraktikkan di tengah masyarakat.

Kehadiran Baznas dalam momen penting ini diwujudkan melalui aksi nyata kepedulian sosial, yakni pendistribusian paket sembako kepada 170 mustahik (penerima zakat) di lingkungan sekitar, serta partisipasi aktif dalam kegiatan donor darah yang diselenggarakan pada Kamis (21/5).

Pembagian Sembako dan donor darah merupakan bagian dari rangkaian perayaan milad ponpes tahun ini terbilang istimewa karena memadukan pencapaian akademis, spiritual, dan kepedulian sosial. Pada Sabtu (23/5) Ponpes Daarul Khair melangsungkan wisuda bagi 55 santri, yang terdiri dari 26 santri lulusan setara SMA dan 29 santri program Tahfidz (penghafal Al-Qur'an) mulai dari 8 hingga 30 juz.  Selain prosesi wisuda, agenda tahunan ini juga dirangkai dengan peringatan Haul Muassis (pendiri) ke-9 dan ditutup dengan Tabligh Akbar.

Perayaan tersebut sangat meriah dihadiri Bupati Hamartono Ahadis dan seluruh pejabat Forkopimda Lampung Utara, pejabat pemerintahan, dan tentu saja para orang tua wisudawan/wati. Bagi masyarakat Lampung Utama, terlebih Kotabumi, nama Daarul Khair sudah sangat akrab, karena memiliki sejarah   yang cukup panjang. Pendirinya Ulama kharismatik, KH. Abdul Syukursyah, yang wafat 9 tahun lalu. Pimpinan Ponpes Daarul Khair, Ustadz Andi Komarhadi, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan tahun ini mengusung tema "Santri Berakhlak, Umat Bermartabat." Tema ini merefleksikan komitmen pesantren dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual dan spiritual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi terhadap masyarakat sekitar.

25/05/2026 | Kontributor: Humas
Kemenhaj Dukung Tata Kelola Dam oleh BAZNAS, Jemaah Haji Bisa Bayar di Tanah Air

Jakarta – Dukungan terhadap penguatan tata kelola dam haji di dalam negeri kian menguat. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyatakan dukungannya kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dalam memfasilitasi pembayaran dan penyaluran dam bagi jemaah haji Indonesia langsung dari Tanah Air.

Kebijakan ini dinilai bukan hanya mempermudah jemaah, tetapi juga berpotensi besar menggerakkan roda ekonomi umat di berbagai daerah.

Dukungan tersebut mencuat dalam audiensi antara BAZNAS RI dan Kemenhaj di Gedung Kemenhaj, Jakarta, Kamis (9/4/2026). Pertemuan ini dihadiri Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa’adi, serta Pimpinan BAZNAS RI Neyla Saida Anwar.

Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menegaskan, pengelolaan dam oleh BAZNAS bukan hal baru. Selama ini, BAZNAS telah memiliki sistem dan standar operasional yang tertib, mulai dari pembayaran hingga distribusi.

“Tata kelola dam oleh BAZNAS sudah berjalan dengan prosedur yang jelas. Kami pastikan seluruh proses transparan, mulai dari konfirmasi pembayaran, bukti pemotongan hewan, hingga laporan penyaluran yang bisa diakses jemaah,” ujarnya.

Tak hanya itu, BAZNAS juga menerbitkan sertifikat bagi para mudhohi sebagai bentuk akuntabilitas. 

Lebih jauh, Sodik menekankan bahwa pelaksanaan dam memiliki dimensi sosial ekonomi yang kuat. Hewan dam disuplai dari peternak lokal dan UMKM binaan BAZNAS di berbagai daerah.

“Ini bukan sekadar ibadah, tapi juga memberdayakan ekonomi masyarakat. Dampaknya bisa dirasakan hingga pelosok negeri,” jelasnya.

Di sisi lain, Kemenhaj memberikan fleksibilitas bagi jemaah untuk menunaikan dam, baik di Tanah Suci maupun di Indonesia. Kebijakan ini membuka ruang kolaborasi yang luas.

Selain BAZNAS, lembaga lain seperti LAZ dan KBIH juga diberi kesempatan untuk berkontribusi dalam layanan dam, sehingga pengelolaannya berjalan secara inklusif.

Langkah ini dinilai sebagai pendekatan kolaboratif dalam pengelolaan ibadah sosial keagamaan yang semakin modern dan adaptif.

Sodik pun mengajak jemaah haji Indonesia untuk mempercayakan pembayaran dam kepada lembaga resmi negara.

“Jika ibadah haji dikelola oleh pemerintah, maka pengelolaan dam juga sebaiknya melalui lembaga resmi pemerintah, yakni BAZNAS,” tegasnya.

Ia juga membuka peluang kerja sama ke depan yang lebih luas, tidak hanya pada dam, tetapi juga pada pengelolaan zakat, infak, dan sedekah dari para jemaah haji, tentu dengan tetap berpegang pada prinsip syariat dan asas kemanfaatan.

Kolaborasi antara Kemenhaj dan BAZNAS ini menjadi sinyal kuat bahwa pengelolaan ibadah tidak lagi sekadar ritual, tetapi juga diarahkan pada dampak nyata bagi masyarakat.

Dengan tata kelola yang transparan dan berbasis pemberdayaan, dam haji berpotensi menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan kesejahteraan umat—dari jemaah hingga peternak di daerah.

01/05/2026 | Kontributor: Humas
BAZNAS LAMPUNG UTARA DORONG KEMANDIRIAN EKONOMI LEWAT PROGRAM LUMBUNG PANGAN HORTIKULTURA

KOTABUMI – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lampung Utara terus berinovasi dalam mengoptimalkan pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah. Kali ini, fokus diarahkan pada sektor pertanian melalui pengembangan Program Lumbung Pangan yang menyasar Kelompok Wanita Tani (KWT) di seluruh kecamatan se-Lampung Utara. 

Program ini tidak hanya sekadar memberikan bantuan modal, tetapi dirancang sebagai langkah strategis untuk memperluas kawasan tanaman hortikultura dan memperkuat peran perempuan dalam ketahanan pangan daerah. Karena itu dalam pengembangan program lumbung pangan ini Baznas Lampung Utara juga bekerjasama dengan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura.

Fokus Utama Program:

  • Perluasan Hortikultura: Mendorong pemanfaatan lahan kurang produktif dan pekarangan untuk komoditas sayur-mayur dan buah-buahan bernilai ekonomi tinggi.

  • Pemberdayaan Wanita Tani: Menempatkan ibu-ibu anggota KWT sebagai pilar utama dalam pengelolaan lumbung pangan di tingkat desa/kecamatan.

  • Peningkatan Pendapatan: Mengubah hasil kebun menjadi sumber penghasilan tambahan yang signifikan bagi keluarga petani.

Harapan Kedepan

Dengan adanya dukungan dari Baznas, diharapkan lumbung pangan ini menjadi motor penggerak ekonomi mikro. Harapan besarnya adalah terciptanya kemandirian pangan di tingkat rumah tangga, sehingga keluarga petani tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan konsumsi sendiri, tetapi juga mampu memasok pasar lokal secara konsisten.

"Zakat yang ditunaikan masyarakat, kini kembali dalam bentuk produktivitas pangan. Kami berharap program ini mampu mengangkat derajat ekonomi keluarga petani di Lampung Utara secara berkelanjutan," demikian penjelasan Ketua Baznas Lampung Utara, Budi Cipto Utomo.

 

Pemberian bantuan Program Lumbung Pangan Hortikultura diserahkan Ibu Ketua TP PKK Lampung Utara, drg. Meri Farida, saat kunjungan kerja Bupati Lampung Utara ke dua kecamatan: Abung Tengah dan Abung Kunang. Bantuan program lumbung pangan diterima Ketua KWT Ibung Dihi, Munsiah dan Ketua KWT Melati Putih, Suyati.

Program Lumbung Pangan memang menjadi program unggulan Baznas Lampung Utara, sebelumnya program ini di fokuskan pada komoditas padi di tiga kecamatan: Abung Surakarta, Abung Selatan, dan Blambangan Pagar yang melibatkan 3 Gapoktan seluas 67,25 hektare dengan jumlah petani 129 orang.

30/04/2026 | Kontributor: Humas
Asa di Tengah Keterbatasan: Baznas Lampung Utara Pastikan Mutiara dan Saskia Tetap Sekolah

KOTABUMI – Pendidikan adalah hak setiap anak, namun bagi sebagian orang, biaya operasional harian seringkali menjadi tembok tinggi yang menghalangi mimpi. Hal inilah yang sempat dirasakan oleh Mutiara dan Saskia, dua siswi Kelas 11 MAN 1 Kotabumi yang kini bernapas lega setelah mendapatkan dukungan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lampung Utara.

Lahir dari keluarga yang menggantungkan hidup sebagai buruh harian lepas, kondisi ekonomi orang tua keduanya memang jauh dari kata cukup. Penghasilan yang tidak menentu setiap harinya memaksa keluarga ini harus memilih antara kebutuhan dapur atau biaya pendukung pendidikan anak-anak mereka. Bahkan Mutiara sudah lebih 7 tahun hidup tanpa kasih sayang ibunya yang meninggal sekitar tahun 2018. 

Melihat kondisi tersebut, Baznas Lampung Utara bergerak cepat dengan melakukan koordinasi intensif bersama pihak sekolah. Dari hasil koordinasi tersebut, pihak MAN Kotabumi berkomitmen memberikan keringanan dengan membebaskan seluruh kewajiban biaya pendidikan bagi kedua siswi tersebut.

Namun, persoalan tidak berhenti di situ. Meski biaya sekolah telah digratiskan, kebutuhan operasional sehari-hari seperti transportasi, perlengkapan belajar, dan kebutuhan penunjang lainnya masih menjadi beban berat bagi Mutiara dan Saskia. Di sinilah Baznas Lampung Utara hadir untuk menutup celah tersebut agar keduanya tetap bisa fokus menuntut ilmu tanpa perlu cemas akan biaya harian.

Zakat Anda, Harapan Mereka

Keberhasilan bantuan ini merupakan bukti nyata betapa kuatnya dampak dari zakat, infaq, dan sedekah yang dikelola secara profesional. Di luar sana, masih banyak "Mutiara" dan "Saskia" lain yang sedang berjuang melawan keterbatasan demi masa depan yang lebih baik. Wakil Ketua Bidang Pendistribusian, Yudi Surono, menyampaikan kepada Bapak/Ibu dan seluruh warga yang memiliki kelebihan rezeki untuk menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah melalui Baznas Lampung Utara. "Kami mengetuk hati bapak/ibu untuk menyisihkan sebagian rezekinya membantu para mustahik," katanya.

Harta yang kita titipkan bukan sekadar angka, melainkan beasiswa bagi mereka yang haus ilmu, makanan bagi mereka yang lapar, dan jembatan bagi anak-anak bangsa untuk meraih cita-citanya. Mari bersinergi, ringankan beban sesama, dan bersihkan harta kita dengan berbagi.

Salurkan Zakat, Infaq, dan Sedekah Anda sekarang. Karena setiap rupiah yang Anda berikan, adalah investasi akhirat yang tak terputus. Rekening BSI 7269938824, BPRS Kotabumi  01101005294 dan Bank Lampung 3820301170699

 


29/04/2026 | Kontributor: Humas
Baznas Lampung Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Hulu Sungkai

Lampung Utara — Baznas Lampung kembali menunjukkan kepeduliannya dengan menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran yang terjadi di Desa Gedung Raja, Kecamatan Hulu Sungkai.

Peristiwa kebakaran yang terjadi pada 21 April lalu tersebut menghanguskan sebagian besar bangunan rumah milik Johan Fernando. Harta benda juga ludes terbakar, termasuk seluruh dokumen keluarga. Dalam kejadian itu, korban juga mengalami luka bakar serius hingga mencapai sekitar 40% pada bagian tubuhnya dan harus dirawat.

Sebagai bentuk kepedulian, Baznas Lampung Utara melalui Wakil ketua I Harry Romadhon dan Kepala Dinas Sosial Imam Hanafi, menyalurkan bantuan meringankan beban korban dan keluarga musibah, dan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Maryadi selain membantu  juga membereskan dokumen keluarga yang hangus terbakar. 

Plt Camat Hulu Sungkai Zulham A, Razak dalam kesempatan tersebut mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati dalam penggunaan listrik di rumah serta meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca ekstrem yang dapat memicu terjadinya bencana. Diharapkan bantuan yang diberikan dapat membantu proses pemulihan korban serta menjadi penguat semangat bagi keluarga yang terdampak.

Terima kasih kepada para muzaki yang telah menyalurkan Zakat, Infaq dan Sedekah melalui Baznas Lampung Utara. BSI Norek 7269938824, BPRS Kotabumi 01101005294, dan Bank Lmapung 3820301170699. 

#BaznasLampung #PeduliSesama #BantuanKemanusiaan #LampungUtara #HuluSungkai

29/04/2026 | Kontributor: Humas

Berita Terbaru

BAZNAS Lampung Utara Berpartisipasi dalam Acara Ponpes Daarul Khair Kotabumi
BAZNAS Lampung Utara Berpartisipasi dalam Acara Ponpes Daarul Khair Kotabumi
KOTABUMI– Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lampung Utara turut ambil bagian dalam menyemarakkan perayaan Milad ke-35 sekaligus Wisuda Santriwan/Santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Daarul Khair yang berlangsung di Muara Aman, Kotabumi. Sinergi antara Ponpes Daarul Khair dan Baznas Lampung Utara dalam aksi pembagian sembako serta donor darah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif langsung bagi warga Muara Aman, sekaligus menjadi bukti nyata bagaimana nilai-nilai kepedulian Islam dipraktikkan di tengah masyarakat. Kehadiran Baznas dalam momen penting ini diwujudkan melalui aksi nyata kepedulian sosial, yakni pendistribusian paket sembako kepada 170 mustahik (penerima zakat) di lingkungan sekitar, serta partisipasi aktif dalam kegiatan donor darah yang diselenggarakan pada Kamis (21/5). Pembagian Sembako dan donor darah merupakan bagian dari rangkaian perayaan milad ponpes tahun ini terbilang istimewa karena memadukan pencapaian akademis, spiritual, dan kepedulian sosial. Pada Sabtu (23/5) Ponpes Daarul Khair melangsungkan wisuda bagi 55 santri, yang terdiri dari 26 santri lulusan setara SMA dan 29 santri program Tahfidz (penghafal Al-Qur'an) mulai dari 8 hingga 30 juz. Selain prosesi wisuda, agenda tahunan ini juga dirangkai dengan peringatan Haul Muassis (pendiri) ke-9 dan ditutup dengan Tabligh Akbar. Perayaan tersebut sangat meriah dihadiri Bupati Hamartono Ahadis dan seluruh pejabat Forkopimda Lampung Utara, pejabat pemerintahan, dan tentu saja para orang tua wisudawan/wati. Bagi masyarakat Lampung Utama, terlebih Kotabumi, nama Daarul Khair sudah sangat akrab, karena memiliki sejarah yang cukup panjang. Pendirinya Ulama kharismatik, KH. Abdul Syukursyah, yang wafat 9 tahun lalu. Pimpinan Ponpes Daarul Khair, Ustadz Andi Komarhadi, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan tahun ini mengusung tema "Santri Berakhlak, Umat Bermartabat." Tema ini merefleksikan komitmen pesantren dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual dan spiritual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi terhadap masyarakat sekitar.
BERITA25/05/2026 | Humas
Kemenhaj Dukung Tata Kelola Dam oleh BAZNAS, Jemaah Haji Bisa Bayar di Tanah Air
Kemenhaj Dukung Tata Kelola Dam oleh BAZNAS, Jemaah Haji Bisa Bayar di Tanah Air
Jakarta – Dukungan terhadap penguatan tata kelola dam haji di dalam negeri kian menguat. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyatakan dukungannya kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dalam memfasilitasi pembayaran dan penyaluran dam bagi jemaah haji Indonesia langsung dari Tanah Air. Kebijakan ini dinilai bukan hanya mempermudah jemaah, tetapi juga berpotensi besar menggerakkan roda ekonomi umat di berbagai daerah. Dukungan tersebut mencuat dalam audiensi antara BAZNAS RI dan Kemenhaj di Gedung Kemenhaj, Jakarta, Kamis (9/4/2026). Pertemuan ini dihadiri Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa’adi, serta Pimpinan BAZNAS RI Neyla Saida Anwar. Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menegaskan, pengelolaan dam oleh BAZNAS bukan hal baru. Selama ini, BAZNAS telah memiliki sistem dan standar operasional yang tertib, mulai dari pembayaran hingga distribusi. “Tata kelola dam oleh BAZNAS sudah berjalan dengan prosedur yang jelas. Kami pastikan seluruh proses transparan, mulai dari konfirmasi pembayaran, bukti pemotongan hewan, hingga laporan penyaluran yang bisa diakses jemaah,” ujarnya. Tak hanya itu, BAZNAS juga menerbitkan sertifikat bagi para mudhohi sebagai bentuk akuntabilitas. Lebih jauh, Sodik menekankan bahwa pelaksanaan dam memiliki dimensi sosial ekonomi yang kuat. Hewan dam disuplai dari peternak lokal dan UMKM binaan BAZNAS di berbagai daerah. “Ini bukan sekadar ibadah, tapi juga memberdayakan ekonomi masyarakat. Dampaknya bisa dirasakan hingga pelosok negeri,” jelasnya. Di sisi lain, Kemenhaj memberikan fleksibilitas bagi jemaah untuk menunaikan dam, baik di Tanah Suci maupun di Indonesia. Kebijakan ini membuka ruang kolaborasi yang luas. Selain BAZNAS, lembaga lain seperti LAZ dan KBIH juga diberi kesempatan untuk berkontribusi dalam layanan dam, sehingga pengelolaannya berjalan secara inklusif. Langkah ini dinilai sebagai pendekatan kolaboratif dalam pengelolaan ibadah sosial keagamaan yang semakin modern dan adaptif. Sodik pun mengajak jemaah haji Indonesia untuk mempercayakan pembayaran dam kepada lembaga resmi negara. “Jika ibadah haji dikelola oleh pemerintah, maka pengelolaan dam juga sebaiknya melalui lembaga resmi pemerintah, yakni BAZNAS,” tegasnya. Ia juga membuka peluang kerja sama ke depan yang lebih luas, tidak hanya pada dam, tetapi juga pada pengelolaan zakat, infak, dan sedekah dari para jemaah haji, tentu dengan tetap berpegang pada prinsip syariat dan asas kemanfaatan. Kolaborasi antara Kemenhaj dan BAZNAS ini menjadi sinyal kuat bahwa pengelolaan ibadah tidak lagi sekadar ritual, tetapi juga diarahkan pada dampak nyata bagi masyarakat. Dengan tata kelola yang transparan dan berbasis pemberdayaan, dam haji berpotensi menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan kesejahteraan umat—dari jemaah hingga peternak di daerah.
BERITA01/05/2026 | Humas
BAZNAS LAMPUNG UTARA DORONG KEMANDIRIAN EKONOMI LEWAT PROGRAM LUMBUNG PANGAN HORTIKULTURA
BAZNAS LAMPUNG UTARA DORONG KEMANDIRIAN EKONOMI LEWAT PROGRAM LUMBUNG PANGAN HORTIKULTURA
KOTABUMI – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lampung Utara terus berinovasi dalam mengoptimalkan pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah. Kali ini, fokus diarahkan pada sektor pertanian melalui pengembangan Program Lumbung Pangan yang menyasar Kelompok Wanita Tani (KWT) di seluruh kecamatan se-Lampung Utara. Program ini tidak hanya sekadar memberikan bantuan modal, tetapi dirancang sebagai langkah strategis untuk memperluas kawasan tanaman hortikultura dan memperkuat peran perempuan dalam ketahanan pangan daerah. Karena itu dalam pengembangan program lumbung pangan ini Baznas Lampung Utara juga bekerjasama dengan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura. Fokus Utama Program: Perluasan Hortikultura: Mendorong pemanfaatan lahan kurang produktif dan pekarangan untuk komoditas sayur-mayur dan buah-buahan bernilai ekonomi tinggi. Pemberdayaan Wanita Tani: Menempatkan ibu-ibu anggota KWT sebagai pilar utama dalam pengelolaan lumbung pangan di tingkat desa/kecamatan. Peningkatan Pendapatan: Mengubah hasil kebun menjadi sumber penghasilan tambahan yang signifikan bagi keluarga petani. Harapan Kedepan Dengan adanya dukungan dari Baznas, diharapkan lumbung pangan ini menjadi motor penggerak ekonomi mikro. Harapan besarnya adalah terciptanya kemandirian pangan di tingkat rumah tangga, sehingga keluarga petani tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan konsumsi sendiri, tetapi juga mampu memasok pasar lokal secara konsisten. "Zakat yang ditunaikan masyarakat, kini kembali dalam bentuk produktivitas pangan. Kami berharap program ini mampu mengangkat derajat ekonomi keluarga petani di Lampung Utara secara berkelanjutan," demikian penjelasan Ketua Baznas Lampung Utara, Budi Cipto Utomo. Pemberian bantuan Program Lumbung Pangan Hortikultura diserahkan Ibu Ketua TP PKK Lampung Utara, drg. Meri Farida, saat kunjungan kerja Bupati Lampung Utara ke dua kecamatan: Abung Tengah dan Abung Kunang. Bantuan program lumbung pangan diterima Ketua KWT Ibung Dihi, Munsiah dan Ketua KWT Melati Putih, Suyati. Program Lumbung Pangan memang menjadi program unggulan Baznas Lampung Utara, sebelumnya program ini di fokuskan pada komoditas padi di tiga kecamatan: Abung Surakarta, Abung Selatan, dan Blambangan Pagar yang melibatkan 3 Gapoktan seluas 67,25 hektare dengan jumlah petani 129 orang.
BERITA30/04/2026 | Humas
Asa di Tengah Keterbatasan: Baznas Lampung Utara Pastikan Mutiara dan Saskia Tetap Sekolah
Asa di Tengah Keterbatasan: Baznas Lampung Utara Pastikan Mutiara dan Saskia Tetap Sekolah
KOTABUMI – Pendidikan adalah hak setiap anak, namun bagi sebagian orang, biaya operasional harian seringkali menjadi tembok tinggi yang menghalangi mimpi. Hal inilah yang sempat dirasakan oleh Mutiara dan Saskia, dua siswi Kelas 11 MAN 1 Kotabumi yang kini bernapas lega setelah mendapatkan dukungan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lampung Utara. Lahir dari keluarga yang menggantungkan hidup sebagai buruh harian lepas, kondisi ekonomi orang tua keduanya memang jauh dari kata cukup. Penghasilan yang tidak menentu setiap harinya memaksa keluarga ini harus memilih antara kebutuhan dapur atau biaya pendukung pendidikan anak-anak mereka. Bahkan Mutiara sudah lebih 7 tahun hidup tanpa kasih sayang ibunya yang meninggal sekitar tahun 2018. Melihat kondisi tersebut, Baznas Lampung Utara bergerak cepat dengan melakukan koordinasi intensif bersama pihak sekolah. Dari hasil koordinasi tersebut, pihak MAN Kotabumi berkomitmen memberikan keringanan dengan membebaskan seluruh kewajiban biaya pendidikan bagi kedua siswi tersebut. Namun, persoalan tidak berhenti di situ. Meski biaya sekolah telah digratiskan, kebutuhan operasional sehari-hari seperti transportasi, perlengkapan belajar, dan kebutuhan penunjang lainnya masih menjadi beban berat bagi Mutiara dan Saskia. Di sinilah Baznas Lampung Utara hadir untuk menutup celah tersebut agar keduanya tetap bisa fokus menuntut ilmu tanpa perlu cemas akan biaya harian. Zakat Anda, Harapan Mereka Keberhasilan bantuan ini merupakan bukti nyata betapa kuatnya dampak dari zakat, infaq, dan sedekah yang dikelola secara profesional. Di luar sana, masih banyak "Mutiara" dan "Saskia" lain yang sedang berjuang melawan keterbatasan demi masa depan yang lebih baik. Wakil Ketua Bidang Pendistribusian, Yudi Surono, menyampaikan kepada Bapak/Ibu dan seluruh warga yang memiliki kelebihan rezeki untuk menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah melalui Baznas Lampung Utara. "Kami mengetuk hati bapak/ibu untuk menyisihkan sebagian rezekinya membantu para mustahik," katanya. Harta yang kita titipkan bukan sekadar angka, melainkan beasiswa bagi mereka yang haus ilmu, makanan bagi mereka yang lapar, dan jembatan bagi anak-anak bangsa untuk meraih cita-citanya. Mari bersinergi, ringankan beban sesama, dan bersihkan harta kita dengan berbagi. Salurkan Zakat, Infaq, dan Sedekah Anda sekarang. Karena setiap rupiah yang Anda berikan, adalah investasi akhirat yang tak terputus. Rekening BSI 7269938824, BPRS Kotabumi 01101005294 dan Bank Lampung 3820301170699
BERITA29/04/2026 | Humas
Baznas Lampung Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Hulu Sungkai
Baznas Lampung Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Hulu Sungkai
Lampung Utara — Baznas Lampung kembali menunjukkan kepeduliannya dengan menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran yang terjadi di Desa Gedung Raja, Kecamatan Hulu Sungkai. Peristiwa kebakaran yang terjadi pada 21 April lalu tersebut menghanguskan sebagian besar bangunan rumah milik Johan Fernando. Harta benda juga ludes terbakar, termasuk seluruh dokumen keluarga. Dalam kejadian itu, korban juga mengalami luka bakar serius hingga mencapai sekitar 40% pada bagian tubuhnya dan harus dirawat. Sebagai bentuk kepedulian, Baznas Lampung Utara melalui Wakil ketua I Harry Romadhon dan Kepala Dinas Sosial Imam Hanafi, menyalurkan bantuan meringankan beban korban dan keluarga musibah, dan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Maryadi selain membantu juga membereskan dokumen keluarga yang hangus terbakar. Plt Camat Hulu Sungkai Zulham A, Razak dalam kesempatan tersebut mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati dalam penggunaan listrik di rumah serta meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca ekstrem yang dapat memicu terjadinya bencana. Diharapkan bantuan yang diberikan dapat membantu proses pemulihan korban serta menjadi penguat semangat bagi keluarga yang terdampak. Terima kasih kepada para muzaki yang telah menyalurkan Zakat, Infaq dan Sedekah melalui Baznas Lampung Utara. BSI Norek 7269938824, BPRS Kotabumi 01101005294, dan Bank Lmapung 3820301170699. #BaznasLampung #PeduliSesama #BantuanKemanusiaan #LampungUtara #HuluSungkai
BERITA29/04/2026 | Humas
BAZNAS Lampung Utara Salurkan Bantuan Kesehatan untuk Fania, Bocah Pejuang Epilepsy
BAZNAS Lampung Utara Salurkan Bantuan Kesehatan untuk Fania, Bocah Pejuang Epilepsy
KOTABUMI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lampung Utara kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang membutuhkan. Kali ini, bantuan biaya kesehatan disalurkan kepada Fania Fillo Rahmawati, seorang bocah berusia 8 tahun yang tengah berjuang melawan diagnosa penyakit G40.8-Other Epilepsy. Menurut penuturan Yusnia, orang tua Fania, awalnya adalah ketika Fania berusia 4 tahun, sering jatuh dan kejang. Dari waktu ke waktu kondisi Fania perkembanganya semakin parah dan cukup berat. Setelah menderita selama kurang lebih empat tahun, sembilan bulan yang lalu ia harus menjalani prosedur operasi pembuatan lubang di tenggorokan (trakeostomi) di RS Abdoel Moeloek, Bandar Lampung. Lubang tersebut kini menjadi jalur utama pernafasannya yang harus dirawat dengan sangat intensif. Perjuangan Berat di Tengah Keterbatasan Keluarga Fania, yang tinggal di Dusun Tanjung Bulan, Desa Sawojajar, Kotabumi Utara Lampung Utara, menghadapi tantangan ekonomi yang besar dalam merawat putri mereka. Ayah Fania, Haryadi, hanyalah seorang buruh tani dengan penghasilan yang tidak menentu. Sementara itu, kebutuhan medis Fania sangatlah spesifik dan berbiaya tinggi: Pergantian Alat Rutin: Karet penutup lubang operasi di tenggorokannya harus diganti secara berkala setiap tiga bulan sekali. Kebutuhan Alat Medis: Fania membutuhkan alat penyedot dahak (suction) untuk mencegah penyumbatan pada saluran nafasnya. Harga alat ini tergolong sangat mahal bagi keluarga buruh tani seperti Pak Haryadi. "Kami sangat berterima kasih atas bantuan dari BAZNAS. Sebagai buruh tani, biaya pengobatan dan pembelian alat medis ini terasa sangat berat bagi kami. Bantuan ini sangat berarti untuk kelanjutan pengobatan Fania," ungkap Haryadi dengan penuh haru. Menggugah Kepedulian Sesama Penyaluran zakat ini merupakan amanah dari para muzzaki (pembayar zakat) yang dikelola oleh BAZNAS untuk membantu meringankan beban kesehatan warga Lampung Utara. Bantuan ini diharapkan dapat menjamin keberlangsungan perawatan Fania agar ia tetap bisa bernafas dengan baik dan menjalani hari-harinya. Mari kita berikan semangat untuk Fania agar terus kuat dalam proses penyembuhannya. Perjuangan Fania adalah pengingat bagi kita semua akan pentingnya rasa syukur dan kepedulian sosial. Salurkan Kepedulian Anda Satu tindakan kecil dari kita bisa menjadi harapan besar bagi mereka yang sedang berjuang. Ketua Baznas Lampung Utara, Budi Cipto Utomo, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menyalurkan Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) melalui BAZNAS Lampung Utara. Harta yang kita bersihkan bukan hanya menjadi pahala, tetapi juga menjadi penyambung nafas dan senyum bagi anak-anak seperti Fania. "Salurkan ZIS langsung ke kantor atau transfer dan QRIS. Kunjungi website Baznas Lampung Utar," ujar Budi. Mari bergotong royong, ringankan beban sesama, dan tebar kebaikan melalui zakat.
BERITA17/04/2026 | Humas
Sinergi Baznas Lampung Utara dan UPZ: Capaian Zakat Tembus Miliaran Rupiah
Sinergi Baznas Lampung Utara dan UPZ: Capaian Zakat Tembus Miliaran Rupiah
KOTABUMI – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lampung Utara merilis capaian membanggakan terkait penghimpunan Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) selama momentum Ramadan 1447 H. Melalui kolaborasi solid dengan 124 Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat Masjid dan Mushola, total dana umat yang berhasil dihimpun mencapai angka yang signifikan. Rincian Penghimpunan Dana Umat Berdasarkan data yang dihimpun per hari ini, total dana yang terkumpul dari para dermawan (Muzaki) di Lampung Utara terbagi dalam beberapa kategori: Kategori Penghimpunan Jumlah Nominal Zakat Fitrah Rp2.010.345.550 Zakat Mal Rp311.537.500 Infaq Rp138.070.500 Fidyah Rp11.796.200 Keberhasilan ini didorong oleh antusiasme warga yang tinggi, dengan tercatat sebanyak 48.500 orang pembayar Zakat Fitrah dan 1.145 orang pembayar Zakat Mal. Jumlah ini jauh meningkat dibanding tahun lalu. Penyaluran Tepat Sasaran Seluruh dana yang terkumpul telah disalurkan kepada mereka yang berhak menerima (Mustahik). Tercatat sebanyak 14.500 penerima manfaat di seluruh penjuru Lampung Utara telah merasakan dampak langsung dari kedermawanan masyarakat melalui program pendistribusian Baznas dan UPZ. Apresiasi dan Harapan ke Depan Ketua Baznas Lampung Utara Budi Cipto Utomo menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus UPZ Masjid dan Mushola yang telah bekerja keras menjadi garda terdepan dalam pelayanan zakat. "Kami sangat mengapresiasi dedikasi 124 UPZ yang telah bekerja maksimal. Kami berharap kesadaran masyarakat dalam berzakat dan berinfaq tidak berhenti di bulan Ramadan saja, melainkan terus meningkat sebagai gaya hidup di bulan-bulan lainnya," ungkap Budi Cipto Utomo didampingi Waka III Bidang Keuangan dan Pelaporan Dadang Iskandar. Budi Cipto Utomo melanjutkan bahwa menjadi perpanjangan tangan dalam mengelola ZIS bukanlah tugas yang ringan, namun membutuhkan integritas dan pengabdian, hanya Allah SWT yang bisa membalasnya. Dia juga mendoakan semoga Allah SWT senantiasa memberkahi harta para muzaki dan munfiq yang telah menyalurkan kewajibannya. "Semoga Allah membalas segala kebajikan dan amal sholeh para amil, muzaki dan munfiq," katanya. Ketua Baznas juga mendorong agar UPZ di tingkat Masjid dan Mushola terus aktif memberikan edukasi kepada jamaah mengenai pentingnya zakat, infaq, dan sedekah sebagai instrumen untuk mensucikan harta dan membantu sesama. Dan tanpa bosan-bosan Ketua Baznas Lampung Utara juga mengajak kepada masyarakat Lampung Utara yang diberikan kelapangan rezeki untuk menyisihkan sebagian hartanya dengan berzakat, berinfaq dan bersedekah. "Meski hanya serupiah bantuan muzaki dan munfiq sangat berarti bagi yang membutuhkan," katanya. #Pelita_zannah
BERITA15/04/2026 | Humas
Dari Tangan di Bawah Menjadi Tangan di Atas: 129 Petani Lumbung Pangan BAZNAS Lampung Utara Tunaikan Zakat Pertanian
Dari Tangan di Bawah Menjadi Tangan di Atas: 129 Petani Lumbung Pangan BAZNAS Lampung Utara Tunaikan Zakat Pertanian
LAMPUNG UTARA – Sebuah pemandangan mengharukan sekaligus membanggakan mewarnai musim panen raya di Kabupaten Lampung Utara kali ini. Bukan sekadar merayakan keberhasilan produksi padi, sebanyak 129 petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) penerima manfaat Program Lumbung Pangan BAZNAS melakukan aksi nyata yang menginspirasi: menyerahkan zakat pertanian mereka kembali kepada BAZNAS Lampung Utara. Para petani yang berasal dari tiga kecamatan—Abung Surakarta, Abung Selatan, dan Blambangan—ini merupakan bukti hidup dari keberhasilan program pemberdayaan ekonomi umat. Program Lumbung Pangan yang mereka terima sebelumnya telah memberikan dukungan berupa modal usaha, pendampingan teknis, hingga penguatan kelembagaan tani. Transformasi Mustahik Menjadi Muzakki Penyerahan zakat ini menjadi simbol transformasi luar biasa. Jika sebelumnya para petani ini merupakan Mustahik (penerima zakat), kini melalui kerja keras dan keberkahan program, mereka mampu berdiri tegak sebagai Muzakki (pemberi zakat). "Dulu kami dibantu untuk bangkit. Kini, setelah panen melimpah, kami ingin memastikan bahwa di dalam setiap bulir padi kami ada hak saudara-saudara kami yang lain yang harus ditunaikan melalui zakat," ujar salah satu perwakilan petani dengan mata berkaca-kaca saat menyerahkan zakatnya. Keberhasilan di Tiga Kecamatan Keberhasilan ini tersebar merata di wilayah intervensi program: Kecamatan Abung Surakarta: Menunjukkan ketahanan pangan yang solid meski menghadapi tantangan cuaca. Kecamatan Abung Selatan: Berhasil mengoptimalkan lahan dengan produktivitas tinggi. Kecamatan Blambangan: Menampilkan kekompakan Gapoktan dalam manajemen pasca panen. Komitmen BAZNAS Lampung Utara Ketua BAZNAS Lampung Utara Budi Cipto Utomo menyambut baik inisiatif para petani ini. Menurutnya , fenomena ini adalah tujuan tertinggi dari setiap program pendayagunaan zakat, yaitu kemandirian ekonomi yang diiringi dengan ketaatan spiritual. "Ini adalah siklus kebaikan yang luar biasa. Zakat yang dikelola dengan amanah melalui Program Lumbung Pangan, ternyata tidak hanya menghasilkan padi, tetapi juga melahirkan kesadaran berzakat yang tinggi. 129 petani ini telah memberi pelajaran berharga tentang arti syukur yang sebenarnya," ungkap Budi Cipto didampingi Rizki Yandika Pendamping Program Lumbung Pangan. Menuju Lampung Utara yang Berdaya Melalui momen ini, diharapkan para petani di Lampung Utara semakin semangat dalam mengolah lahan mereka dengan cara-cara yang berkah. Gerakan "Mustahik Menjadi Muzakki" ini menjadi energi baru bagi pembangunan ekonomi kerakyatan berbasis zakat di wilayah Lampung Utara. Panen kali ini bukan sekadar tentang angka tonase padi, melainkan tentang mekarnya harapan dan kemuliaan hati para petani untuk terus berbagi. #pelita_zannah #zakatmenguatkanindonesia
BERITA09/04/2026 | Humas
Rumah Ditinggal Mudik Ludes Terbakar, Baznas Lampung Utara Bergerak Cepat Salurkan Bantuan
Rumah Ditinggal Mudik Ludes Terbakar, Baznas Lampung Utara Bergerak Cepat Salurkan Bantuan
HULU SUNGKAI (25/3) – Musibah memilukan menimpa keluarga Suradi, warga RT/RW 002/002 Desa Bonglai Tengah, Kec. Hulu Sungkai. Lampung Utara saat sedang menjalankan tradisi mudik Lebaran ke Pulau Jawa. Rumah berbahan kayu milik warga tersebut rata dengan tanah setelah dilalap si jago merah pada Minggu malam (22/3/2026) sekitar pukul 20.30 WIB. Kades Bonglai Tengah, dalam laporannya menyebutkan bahwa penyebab kebakaran diduga akibat konsleting listrik saat rumah dalam keadaan kosong. "Pemilik rumah sedang mudik lebaran ke Jawa sekeluarga," ujar Rama Doni, Kades Bonglai Tengah. Menanggapi kejadian tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lampung Utara bersama jajaran Pemerintah Daerah, dalam hal ini Kadis Sosial, Imam Hanafi, dan Kadisduk Capil, Maryadi Muchtar, langsung turun ke lokasi untuk memberikan dukungan moril maupun materil bagi korban terdampak. Kronologi Kejadian Kades Bonglai Tengah menuturkan, api pertama kali terlihat saat kondisi lingkungan sedang sepi karena pemilik rumah tengah mudik. Karena sebagian besar konstruksi bangunan terbuat dari material kayu yang mudah terbakar, api dengan cepat membesar dan melahap seluruh isi bangunan dalam waktu singkat. Meski warga sekitar sempat berusaha memadamkan api, bangunan tersebut tetap tidak terselamatkan. Sinergi Lintas Sektor Penyaluran bantuan ini dilakukan secara kolaboratif sebagai bentuk kehadiran negara dan kepedulian sesama bagi warga yang tertimpa musibah: Baznas Lampung Utara: Menyerahkan santunan tunai guna meringankan beban ekonomi keluarga korban untuk memenuhi kebutuhan mendesak yang diserahkan oleh Harry Romadhon, Wakil Ketua I Dinas Sosial (Dinsos): Menyalurkan bantuan logistik berupa bahan pangan (sembako), perlengkapan tidur, dan peralatan dapur darurat, yang diserahkan oleh Kadis Imam Hanafi Disdukcapil Lampung Utara: Melakukan jemput bola untuk mendata dan memproses kembali dokumen kependudukan (KK, KTP, dan Akta) milik keluarga yang ikut hangus terbakar dalam peristiwa tersebut, dan diserahkan oleh Kadis Maryadi Muchtar. "Kami turut prihatin atas musibah yang menimpa saudara kita. Harapannya, santunan dari dana zakat, infak, dan sedekah masyarakat ini dapat sedikit mengobati duka keluarga, terlebih di momen menjelang Hari Raya ini," ujar Harry Romadhon di lokasi. Pesan untuk Masyarakat Pada saat penyerahan bantuan, hadir juga Camat Hulu Sungkai, Herwan. Pihak berwenang kembali mengimbau kepada seluruh masyarakat yang hendak melakukan perjalanan mudik agar memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman, mencabut aliran listrik yang tidak perlu, serta menitipkan pengawasan rumah kepada tetangga atau pamong setempat guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
BERITA25/03/2026 | Humas
Sinergi Tekan Kemiskinan Ekstrem: BAZNAS Lampung Utara Paparkan Program Terpadu "Pelita Zannah" di Forum Bappeda
Sinergi Tekan Kemiskinan Ekstrem: BAZNAS Lampung Utara Paparkan Program Terpadu "Pelita Zannah" di Forum Bappeda
KOTABUMI (10/3) – Upaya percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem dan peningkatan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Lampung Utara terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Dalam Forum Perangkat Daerah yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lampung Utara baru-baru ini, BAZNAS Lampung Utara hadir membawa terobosan strategis melalui pemanfaatan dana umat. Undangan khusus dari Bappeda ini menjadi momentum penting bagi BAZNAS untuk menyelaraskan program kerja lembaga dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), khususnya dalam intervensi kantong-kantong kemiskinan di tingkat desa. Inovasi Program "Pelita Zannah" Dalam forum tersebut, melalui Waka III BAZNAS Lampung Utara, Dadang Iskandar, memaparkan skema program terpadu bertajuk Pelita Zannah (Program Eliminasi Kemiskinan Terpadu melalui Zakat Infaq dan Sedekah). Program ini dirancang sebagai solusi ganda: menanggulangi kemiskinan sekaligus menstimulus pertumbuhan ekonomi lokal melalui pendayagunaan zakat produktif. Berbeda dengan bantuan konsumtif yang bersifat sekali habis, Pelita Zannah fokus pada pemberian modal usaha, pengembangan ternak kambing, lumbung pangan, pendampingan teknis, dan penyediaan sarana prasarana bagi keluarga prasejahtera agar memiliki penghasilan yang berkelanjutan. "Melalui Pelita Zannah, kami ingin mengubah status mustahik (penerima zakat) menjadi munfiq atau bahkan muzakki (pemberi zakat) di masa depan. Fokus kami adalah pemberdayaan ekonomi berbasis potensi desa, sehingga zakat tidak hanya sekadar bantuan sosial, tetapi menjadi mesin penggerak ekonomi warga," ujar Dadang Iskandar BAZNAS Lampung Utara. Pada kesempatan tersebut Dadang Iskandar juga memaparkan data progres Program Pelita Zannah yang dimulai pertengah tahun 2024. Salah satu kegiatan yang sudah sangat dirasakan pada penerima manfaat adalah bantuan indukan kambing dari 136 ekor yang disalurkan selama kurang lebih 2 tahun sudah berkembang menjadi 422 ekor dan bantuan modal usaha untuk 135 pelaku usaha mikro. "Mereka bisa memanfaatkan anak-anak kambing untuk memenuhi kebutuhan hidupnya," ujar Waka III Baznas LU itu. Integrasi Data dan Sasaran Pihak Bappeda Lampung Utara menyambut baik inisiatif ini. Integrasi program BAZNAS ke dalam Forum Perangkat Daerah diharapkan dapat memastikan bahwa bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih dengan program bantuan pemerintah daerah lainnya. Dengan sinkronisasi data kemiskinan ekstrem yang dimiliki Bappeda, program Pelita Zannah akan diarahkan secara presisi ke wilayah-wilayah yang membutuhkan intervensi ekonomi paling mendesak. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat pencapaian target penurunan angka kemiskinan di Lampung Utara pada tahun anggaran mendatang. Melalui langkah kolaboratif ini, pemerintah daerah dan BAZNAS optimistis bahwa pengelolaan zakat yang profesional dan produktif akan menjadi pilar penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Lampung Utara secara menyeluruh.
BERITA11/03/2026 | Humas
Jelang Idul Fitri 1447 H, Baznas Lampung Utara Salurkan 300 Paket Sembako untuk Mustahik
Jelang Idul Fitri 1447 H, Baznas Lampung Utara Salurkan 300 Paket Sembako untuk Mustahik
KOTABUMI (11/3)– Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lampung Utara kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap sesama. Menjelang hari raya Idul Fitri 1447 H, Baznas menyalurkan sedikitnya 300 paket sembako yang ditujukan bagi para mustahik di wilayah Lampung Utara. Penyaluran bantuan ini merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan setiap bulan Ramadan. Program ini dirancang untuk meringankan beban ekonomi masyarakat kurang mampu agar mereka dapat merayakan hari kemenangan dengan penuh sukacita dan kecukupan. Wakil Ketua Bidang Pendistribusian Baznas Lampung Utara, Yudi Surono, menyampaikan bahwa terlaksananya kegiatan ini tidak terlepas dari peran aktif para muzaki yang telah memercayakan penyaluran zakat, infak, dan sedekahnya melalui Baznas. "Alhamdulillah, berkat sinergi yang kuat dengan para muzaki yang rutin menunaikan kewajibannya, tahun ini kami dapat kembali berbagi. Kami berharap 300 paket sembako ini dapat memberikan manfaat nyata dan menjadi keberkahan bagi penerima maupun pemberinya," ujarnya. Setiap paket sembako yang dibagikan berisi bahan pangan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, dan kebutuhan dapur lainnya. Proses pendistribusian dilakukan dengan tetap mengedepankan ketepatan sasaran, sehingga bantuan benar-benar diterima oleh warga yang paling membutuhkan. Selain sebagai bentuk implementasi pengelolaan dana zakat yang transparan dan akuntabel, kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi serta menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat Lampung Utara. Dengan dukungan berkelanjutan dari para muzaki, Baznas Lampung Utara berkomitmen untuk terus meningkatkan jangkauan program-program kemanusiaan lainnya di masa mendatang, guna mewujudkan kesejahteraan umat yang lebih merata. Baznas Lampung Utara sebelumnya juga telah menyalurkan Bantuan paket sembako terutama bagi para korban bencana alam yang terjadi di wilayah Lampung Utara seperti Blambangan Pagar 30 KK, Nyapah Banyu Pekurun 55 KK, dan 152 KK di wilayah Kotabumi dan sekitarnya. Paket sembako juga disalurkan Baznas Lampung Utara berkenaan dengan kunjungan kerja Bupati ke kecamatan-kecamatan dan Safari Ramadhan 1447 H.
BERITA11/03/2026 | Humas
BAZNAS Lampung Utara Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Disabilitas di Penagan Ratu
BAZNAS Lampung Utara Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Disabilitas di Penagan Ratu
LAMPUNG UTARA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lampung Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam program kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan alat bantu kesehatan bagi warga yang membutuhkan. Kali ini, bantuan berupa satu unit kursi roda diberikan kepada Bapak Andi Pratama, warga Desa Penagan Ratu yang mengalami keterbatasan fisik (lumpuh). Penyerahan bantuan ini dilakukan langsung oleh Waka BAZNAS Lampung Utara Harry Romadhon didampingi Kadisduk Capil Maryadi Muchtar di kediaman Bapak Andi. Langkah ini diambil sebagai bentuk respon cepat atas laporan kondisi warga yang mengalami kesulitan mobilitas akibat kondisi kesehatan yang dideritanya sejak lama. Mendorong Kemandirian dan Mobilitas Bantuan kursi roda ini diharapkan dapat mempermudah aktivitas harian Bapak Andi Pratama, baik di dalam rumah maupun saat ingin menghirup udara segar di luar ruangan. Selama ini, keterbatasan fisik yang dialami lelaki berumur 20 tahun itu membuatnya sangat bergantung pada bantuan orang lain untuk berpindah tempat. "Alhamdulillah, bantuan kursi roda ini merupakan amanah dari para muzakki di Lampung Utara. Kami berharap alat ini dapat memberikan semangat baru bagi Bapak Andi, meningkatkan mobilitasnya, dan sedikit meringankan beban keluarga dalam merawat beliau," ujar Waka BAZNAS Lampung Utara saat penyerahan bantuan. Amanah Muzakki untuk Kesejahteraan Umat Program bantuan alat kesehatan bagi penyandang disabilitas dan warga berkebutuhan khusus merupakan salah satu pilar utama BAZNAS Lampung Utara dalam mendistribusikan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Fokus utama program ini adalah menyasar warga prasejahtera yang benar-benar membutuhkan intervensi bantuan langsung. Pihak keluarga Bapak Andi Pratama mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas perhatian yang diberikan oleh BAZNAS. "Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Sekarang Bapak Andi bisa lebih mudah bergerak dan tidak hanya terpaku di tempat tidur saja," ungkap salah satu anggota keluarga. Melalui aksi nyata ini, BAZNAS Lampung Utara mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat solidaritas dan kepedulian terhadap sesama, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan fisik dan ekonomi di pelosok desa.
BERITA03/03/2026 | Humas
BAZNAS Lampung Utara Salurkan Bantuan Darurat untuk Korban Kebakaran di Sidodadi
BAZNAS Lampung Utara Salurkan Bantuan Darurat untuk Korban Kebakaran di Sidodadi
LAMPUNG UTARA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lampung Utara menunjukkan respon terhadap musibah kemanusiaan yang menimpa warga Desa Sidodadi, Kecamatan Sungkai Selatan. Melalui Wakil Ketua I BAZNAS Lampung Utara, Harry Romadhon, terjun langsung memberikan santunan dan bantuan darurat kepada Ibu Heni Fatmawati, korban kebakaran yang terjadi pada Rabu, 26 November 2025. Peristiwa nahas tersebut menghanguskan sebagian besar kediaman Ibu Heni yang terletak di RT 04/RW 01, Desa Sidodadi. Selain kerugian materiil yang mengakibatkan kerusakan cukup parah tempat tinggal, Ibu Heni yang diketahui selama ini hidup sebatang kara juga mengalami luka bakar dalam insiden tersebut. Saat ini, beliau sedang dalam pemulihan kondisi fisiknya setelah mendapatkan perawatan di Puskesmas setempat. Wujud Kepedulian bagi Sesama Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari program BAZNAS Tanggap Bencana yang bertujuan untuk meringankan beban masyarakat yang tertimpa musibah secara mendadak. Bantuan yang diserahkan diharapkan dapat membantu biaya pengobatan serta memenuhi kebutuhan mendesak korban selama masa pemulihan. "Kami hadir sebagai bentuk kepedulian dan penyambung amanah dari para muzakki di Lampung Utara. Musibah yang menimpa Ibu Heni adalah duka kita bersama, apalagi beliau tinggal sendirian dan kini harus berjuang sembuh dari luka bakar," ujar Wakil Ketua BAZNAS Lampung Utara di sela peninjauan. Dukungan Moril untuk Pemulihan Selain bantuan materiil, kehadiran tim di lapangan juga bertujuan untuk memberikan dukungan psikologis bagi Ibu Heni agar tetap tabah menghadapi cobaan ini. Pihak BAZNAS juga terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan tenaga medis di Puskesmas guna memantau perkembangan kesehatan korban. Aksi cepat ini diharapkan dapat menggugah semangat gotong royong masyarakat sekitar untuk turut membantu proses rehabilitasi kediaman Ibu Heni setelah kondisinya membaik nanti.
BERITA02/03/2026 | Humas
PENETAPAN BESARAN ZAKAT FITRAH DAN FIDYAH
PENETAPAN BESARAN ZAKAT FITRAH DAN FIDYAH
Kotabumi-Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung secara resmi telah menerbitkan ketetapan mengenai besaran Zakat Fitrah dan Fidyah untuk tahun 1447 H/2026 M. Keputusan ini tertuang dalam surat resmi nomor B-006/DP-M/MUI-IX/II/2026. Berdasarkan surat tersebut, standar Zakat Fitrah bagi umat Muslim di wilayah Provinsi Lampung adalah sebesar 1 "sha" setara dengan 2,7 kilogram beras per jiwa. Bagi masyarakat yang ingin menunaikan zakatnya dalam bentuk uang, nominal yang ditetapkan adalah senilai Rp40.000 per jiwa. Selain Zakat Fitrah, MUI juga mengatur besaran Fidyah bagi mereka yang memiliki kriteria tertentu untuk mengganti hutang puasa, yakni sebesar 1/2 "sha" bahan makanan pokok (beras) untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan, atau bila dikonversikan dalam bentuk uang adalah sebesar Rp20.000 per hari. Penetapan ini berlandaskan pada ketentuan fiqih Islam dan menunjuk pada Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 62 Tahun 2002 tentang Zakat Fitrah, serta hasil kajian Komisi Fatwa MUI Provinsi Lampung dengan mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Respons Baznas Lampung Utara Menanggapi ketetapan tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lampung Utara, melalui ketuanya, Budi Cipto Utomo, menyatakan kesiapannya untuk melakukan sosialisasi dan pemungutan. Namun, pihak Baznas Lampung Utara menegaskan bahwa implementasi di tingkat kabupaten masih menunggu prosedur administratif lebih lanjut. "Kami akan segera menindaklanjuti surat keputusan MUI Lampung tersebut. Namun, saat ini kami masih menunggu instruksi resmi dari Baznas Provinsi Lampung serta hasil koordinasi dengan Bupati Lampung Utara," ujar Ketua Baznas Lampung Utara. Langkah koordinasi ini dilakukan guna memastikan bahwa pelaksanaan pemungutan zakat di wilayah Lampung Utara berjalan selaras dengan kebijakan pemerintah daerah dan memiliki payung hukum yang kuat di tingkat kabupaten. Ketua Baznas Lampung Utara mengharapkan sesuai dengan Edaran Bupati Lampung Utara Nomor 184 Tahun 2026 ASN dilingkungan Pemda Lampung Utara dapat menyalurkan zakat fitrah, zakat mal, dan infaq nya melalui Baznas Lampung Utara.
BERITA23/02/2026 | Humas
Pasca-Bencana Kotabumi, BAZNAS Lampung Utara Salurkan Ratusan Paket Sembako
Pasca-Bencana Kotabumi, BAZNAS Lampung Utara Salurkan Ratusan Paket Sembako
KOTABUMI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lampung Utara bergerak cepat meringankan beban warga terdampak bencana alam. Sebanyak 152 paket sembako disalurkan kepada keluarga korban yang terdampak hujan deras disertai angin kencang di wilayah Kelurahan Sribasuki, Kecamatan Kotabumi. Penyaluran bantuan ini merupakan tindak lanjut nyata dari hasil rapat koordinasi penanganan pasca-bencana yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Lampung Utara, Dra. Intji Indriati, M.H., bersama jajaran dinas terkait seperti BPBD, Dinas Perkim, Dinas Sosial, dan BAZNAS. Dampak Kerusakan yang Luas Bencana yang melanda pada Sabtu, 14 Februari 2026 tersebut menyisakan kerusakan yang cukup signifikan. Tercatat sekitar 870 rumah warga mengalami kerusakan dengan kategori berat, sedang, hingga ringan. Berdasarkan data sektoral, wilayah terdampak paling parah meliputi: Kelurahan Sribasuki: 399 rumah rusak. Kelurahan Tanjung Aman: 260 rumah rusak. Sisanya meliputi : Kotabumi Tengah, Cempedak, Gapura, Kotabumi Ilir dan Rejosari Baznas Lampung Utara melalui Program Tanggap Bencana membuka Dompet Bencana BAZNAS Lampung Utara melalui Bank BSI Norek 7336421963 yang merupakan rekening khusus untuk warga bila ingin berdonasi. Sinergi Pemerintah dan Lembaga Sosial Penyerahan bantuan sembako ini diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga di Kelurahan Sribasuki yang menjadi titik terdampak paling banyak. Sinergi antara Pemerintah Kabupaten melalui BPBD dan Dinas Sosial dengan BAZNAS diharapkan dapat mempercepat masa pemulihan psikologis dan ekonomi warga. "Bantuan ini merupakan bentuk kehadiran negara dan kepedulian umat melalui BAZNAS untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Semoga dapat sedikit meringankan beban dapur keluarga yang terdampak," ujar Harry Romadhon, Waka I, BAZNAS Lampung Utara di sela pembagian bantuan. Hingga saat ini, pemerintah daerah terus melakukan pendataan dan validasi terkait kerusakan infrastruktur serta rumah tinggal guna menentukan langkah perbaikan lebih lanjut melalui Dinas Perkim dan instansi terkait lainnya. Sekda berharap selain penyaluran bantuan, warga diminta bergotong royong dan tetap waspada terhadap cuaca aktrem yang masih kerap akan terjadi.
BERITA20/02/2026 | Humas
Apresiasi Muzakki dan Sinergi Perlindungan Sosial Warnai Pencanangan GSZ Lampung Utara
Apresiasi Muzakki dan Sinergi Perlindungan Sosial Warnai Pencanangan GSZ Lampung Utara
KOTABUMI (5/2) – Selain mencanangkan Gerakan Sadar Zakat, Bupati Lampung Utara, Dr. Ir. Hamartoni Ahadis, M.Si., memberikan apresiasi khusus kepada para pihak yang dinilai konsisten dalam menunaikan kewajiban zakatnya melalui Baznas Lampung Utara. Penyerahan Piagam Penghargaan Baznas ini menjadi simbol terima kasih pemerintah daerah atas kontribusi nyata para muzakki dalam mendukung kesejahteraan umat. Penerima Penghargaan Baznas Lampung Utara Penghargaan diberikan kepada berbagai sektor yang menunjukkan komitmen tinggi dalam penyaluran zakat, infaq, dan shodaqoh: Kategori Penerima Penghargaan BUMN/BUMD BPRS Kotabumi Instansi Vertikal Kementerian Agama Lampung Utara & BPS Lampung Utara Perangkat Daerah Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Sektor Swasta RS Handayani Perorangan Dra. Hj. Dina Prawitarini, MM. dan Apriantina Perlindungan bagi Marbot: Kerjasama Baznas dan BPJS Ketenagakerjaan Momen penting lainnya dalam acara tersebut adalah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Baznas Lampung Utara dengan BPJS Ketenagakerjaan. Prosesi ini disaksikan langsung oleh Bupati Hamartoni Ahadis. Penandatanganan dilakukan oleh Ketua Baznas Lampung Utara, Budi Cipto Utomo, bersama Kepala Perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Lampung Utara, Hedry Nora. Fokus Kerja Sama: Sasaran: Sebanyak 100 orang Marbot (petugas kebersihan) masjid dan musholla di wilayah Lampung Utara. Kriteria: Marbot yang bertugas di masjid/musholla yang telah resmi membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Manfaat Program: Hedry Nora menjelaskan bahwa para Marbot akan mendapatkan perlindungan melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). "Ini adalah langkah konkret Baznas dalam memberikan rasa aman bagi para pejuang agama. Dengan terdaftarnya mereka di BPJS Ketenagakerjaan, ada proteksi bagi mereka dan keluarga jika terjadi risiko saat bertugas," jelas Budi Cipto Utomo. Bupati Hamartoni berharap langkah ini dapat menjadi pemantik bagi instansi lain untuk terus berinovasi dalam mengoptimalkan dana zakat guna memberikan dampak sosial yang lebih luas dan terukur bagi masyarakat Lampung Utara.
BERITA06/02/2026 | Humas
Berdayakan Ekonomi Umat, Baznas Lampung Utara Salurkan Bantuan Ternak Kambing di Desa Madukoro Baru
Berdayakan Ekonomi Umat, Baznas Lampung Utara Salurkan Bantuan Ternak Kambing di Desa Madukoro Baru
KOTABUMI UTARA (6/2) – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lampung Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam mengentaskan kemiskinan melalui program pemberdayaan ekonomi. Kali ini, sebanyak 14 warga (mustahik) di Desa Madukoro Baru, Kecamatan Kotabumi Utara, menerima bantuan zakat produktif berupa ternak kambing. Program ini bertujuan untuk mengubah status mustahik (penerima zakat) menjadi muzakki (pemberi zakat) di masa depan melalui usaha peternakan yang berkelanjutan. Mekanisme Penyaluran dan Komitmen Dalam penyaluran kali ini, masing-masing mustahik menerima 3 ekor kambing indukan. Namun, bantuan ini tidak diberikan begitu saja. Sebelum ternak diserahterahkan, para penerima manfaat terlebih dahulu mendapatkan pengarahan intensif mengenai tata cara pemeliharaan yang baik. Sebagai bentuk tanggung jawab, para mustahik juga menandatangani surat komitmen yang berisi poin-poin penting: Perawatan Mandiri: Mustahik wajib merawat dan menjaga kesehatan ternak dengan baik. Masa Kontrak: Komitmen pemeliharaan dilakukan selama jangka waktu 2 tahun. Pengembangbiakan: Fokus utama adalah mengembangbiakan indukan yang telah diberikan. Hasil Milik Sepenuhnya Bagi Mustahik Salah satu poin menarik dari program zakat produktif ini adalah skema bagi hasilnya yang sangat berpihak pada mustahik. Seluruh anak kambing yang lahir dari hasil pengembangbiakan selama masa pemeliharaan akan menjadi hak milik sepenuhnya bagi para mustahik. "Langkah ini diambil agar masyarakat memiliki aset produktif yang nyata. Kami ingin bantuan ini tidak habis sekali pakai, tapi terus berputar dan berkembang menjadi sumber penghasilan baru bagi keluarga," ujar perwakilan Baznas Lampung Utara dalam arahannya. Wakil Ketua III, Dadang Iskandar, menjelaskan masa kerjasama selama 2 (dua) tahun dan bila penerima manfaat masih ingin melanjutkan pemeliharaan, dapat diperpanjang selama 1 (satu) periode lagi. Setelah itu kambing indukan itu akan ditarik dan akan dijual untuk selanjutnya dibelikan lagi kambing yang produktif, dan digulirkan kepada warga mustahik lain. Penyerahan bantuan ternak kambing diserahkan Wakil Ketua Bidang Pendistribusian, Yudi Surono, kepada para mustahik penerima manfaat. Kades Madukoro Baru, Sultan Hamid, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas zakat produktif ternak yang disalurkan di wilayahnya. "Bila dijumlahkan dengan penerima manfaat sebelumnya, Desa Madukoro berpotensi menjadi lumbung ternak kambing," katanya. Melalui pendampingan dan komitmen kuat dari para peternak di Desa Madukoro Baru, diharapkan populasi ternak di wilayah tersebut meningkat, sekaligus mengangkat taraf hidup ekonomi lokal secara signifikan.
BERITA06/02/2026 | Humas
Optimalkan Potensi ZIS, Bupati Lampung Utara Canangkan Gerakan Sadar Zakat
Optimalkan Potensi ZIS, Bupati Lampung Utara Canangkan Gerakan Sadar Zakat
KOTABUMI (5/2)– Bupati Lampung Utara, Dr. Ir. Hamartoni Ahadis, M.Si., secara resmi mencanangkan Gerakan Sadar Zakat, Infaq, dan Shodaqoh (GSZ) tingkat Kabupaten Lampung Utara. Acara yang mengusung tema "Zakat Menguatkan Indonesia dan Menyejahterakan Umat" ini berlangsung khidmat di Gedung Pusiban Agung, Kotabumi. Dalam sambutannya, Hamartoni Ahadis menekankan bahwa Lampung Utara memiliki potensi zakat yang sangat besar. Jika dikelola dengan maksimal, instrumen keagamaan ini dapat menjadi motor penggerak pembangunan daerah, khususnya dalam mengakselerasi pengentasan kemiskinan. Tiga Dimensi Utama Zakat Bupati menjelaskan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan memiliki tiga dimensi fundamental yang saling berkaitan: Dimensi Spiritual: Sebagai bentuk ketaatan dan pembersihan diri bagi muzakki (pembayar zakat). Dimensi Ekonomi: Menjadi instrumen redistribusi kekayaan untuk mendorong perputaran ekonomi di lapisan masyarakat bawah. Dimensi Keadilan Sosial: Berperan dalam memperkecil kesenjangan sosial dan menciptakan keseimbangan di tengah masyarakat. "Zakat memiliki kekuatan luar biasa dalam membiayai berbagai permasalahan pembangunan. Ini adalah solusi nyata untuk membantu saudara-saudara kita yang kurang beruntung agar dapat hidup lebih layak," ujar Hamartoni. Himbauan bagi ASN dan Instansi Secara khusus, Bupati menghimbau seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Lampung Utara untuk menjadi teladan dalam menunaikan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lampung Utara. "Kami mengajak para ASN untuk menyalurkan zakatnya ke Baznas. Jika belum mencapai nishob zakat, setidaknya dapat rutin memberikan infaq. Kontribusi kecil yang dilakukan secara kolektif akan berdampak besar bagi kesejahteraan umat," tambahnya. Sinergi Lintas Sektor Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, kepala badan/dinas perangkat daerah, para camat, pimpinan instansi vertikal, serta perwakilan BUMN dan BUMD. Turut hadir pula pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ) masjid dan musholla dari seluruh penjuru Lampung Utara. Pencanangan Gerakan Sadar Zakat Lampung Utara ditandai dengan penekanan "Sirene" yang dilakukan bersama-sama: Forkopimda, Ketua Baznas Prov Lampung dan Ketua Baznas Lampung Utara. Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan komitmen bersama untuk memperkuat tata kelola zakat di tingkat kabupaten. Setelah prosesi pencanangan GSZ selesai, agenda langsung dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Baznas Lampung Utara guna menyusun langkah strategis pengelolaan zakat ke depan.
BERITA06/02/2026 | Humas
Penuhi Janji Kampanye, Bupati Lampung Utara Sambangi Bukit Kemuning dan Abung Tinggi
Penuhi Janji Kampanye, Bupati Lampung Utara Sambangi Bukit Kemuning dan Abung Tinggi
LAMPUNG UTARA (5/2) – Langkah nyata dalam menyerap aspirasi masyarakat terus ditunjukkan oleh Bupati Lampung Utara, Dr. Ir. Hamartoni Ahadis, M.Si. Dalam rangkaian kunjungan kerja (kunker) ke seluruh wilayah kabupaten, Bupati menyambangi dua kecamatan sekaligus, yakni Kecamatan Bukit Kemuning dan Kecamatan Abung Tinggi. Kunjungan ini merupakan pemenuhan janji politik Bupati pasca-pelantikan, di mana ia berkomitmen untuk turun langsung ke lapangan guna memastikan roda pemerintahan berjalan hingga ke tingkat desa. Tidak sendirian, Bupati memboyong sejumlah pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) strategis untuk memberikan informasi program kerja sekaligus mendengar langsung keluhan warga. Sinergi Pemerintah dan Baznas untuk Kesejahteraan Salah satu agenda utama dalam kunker ini adalah penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan. Dalam rombongan kali ini, Bupati menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lampung Utara sebagai mitra pemerintah dalam pengentasan kemiskinan. Hadir mewakili lembaga zakat tersebut, Wakil Ketua I Baznas Lampung Utara, Harry Romadhon. Di kedua kecamatan tersebut, Harry secara simbolis menyerahkan paket bantuan sembako kepada para mustahik (penerima zakat). "Kehadiran kami di sini mendampingi Bapak Bupati adalah bentuk sinergi antara umara dan lembaga zakat. Kami menyalurkan amanah zakat, infak, dan sedekah dari para muzakki untuk meringankan beban saudara-saudara kita di Bukit Kemuning dan Abung Tinggi," ujar Harry Romadhon di sela-sela acara. Menyerap Aspirasi, Mempercepat Pembangunan Selain pembagian bantuan, sesi dialog menjadi momen yang paling dinantikan warga. Beberapa poin utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut meliputi: Infrastruktur: Percepatan perbaikan jalan penghubung antar desa. Pelayanan Publik: Sosialisasi kemudahan administrasi kependudukan oleh OPD terkait. Kesehatan & Pendidikan: Peningkatan fasilitas layanan kesehatan dasar di tingkat kecamatan. Bupati menegaskan bahwa kehadiran para kepala OPD dalam rombongan ini bertujuan agar setiap aspirasi yang masuk bisa langsung dicatat dan segera dikaji untuk ditindaklanjuti pada tahun anggaran berjalan maupun mendatang. "Kita pastikan pelaksanaan pembangunan sesuai dengan visi dan misi pembangunan yaitu terwujudnya Lampung Utara yang "Bermartabat", kata Bupati Hamartoni. Kunjungan kerja ini direncanakan akan terus berlanjut ke seluruh kecamatan di Lampung Utara secara bertahap, guna memastikan tidak ada wilayah yang merasa terpinggirkan dari program pembangunan pemerintah daerah.
BERITA05/02/2026 | Humas
LEGACY GUS DUR: ZAKAT ANTARA IBADAH DAN HARAPAN BANGSA
LEGACY GUS DUR: ZAKAT ANTARA IBADAH DAN HARAPAN BANGSA
Dua puluh lima tahun lalu, bangsa ini mencatat sebuah langkah penting yang kerap luput dari sorotan publik. Melalui Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 2001, Presiden Republik Indonesia ke-4, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), meletakkan fondasi berdirinya Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) sebagai institusi negara dalam pengelolaan zakat. Bagi saya, keputusan ini bukanlah kebijakan biasa, melainkan warisan pemikiran besar tentang bagaimana agama dihadirkan secara nyata dalam kehidupan berbangsa. Gus Dur memahami bahwa zakat tidak berhenti sebagai ritual personal antara manusia dan Tuhan. Ia melihat zakat sebagai kekuatan sosial yang dapat menjawab problem ketimpangan, kemiskinan struktural, dan keterbatasan akses ekonomi umat. Dalam pandangannya, negara memiliki peran penting untuk memastikan nilai-nilai keagamaan bekerja secara sistemik demi keadilan sosial. Sebagaimana pesan Gus Dur yang hingga kini terus bergema, “Agama harus menjadi sumber etika sosial, bukan alat konflik.” Melalui pendirian BAZNAS, Gus Dur menerjemahkan pesan tersebut ke dalam kebijakan nyata. Zakat ditempatkan bukan sekadar sebagai kewajiban individu, tetapi sebagai instrumen kolektif yang dikelola secara profesional, terukur, dan berdampak luas bagi masyarakat. Langkah ini menunjukkan keberanian berpikir yang melampaui zamannya. Gus Dur menempatkan nilai agama di simpul strategis antara moralitas, keadilan sosial, dan pembangunan nasional. Zakat tidak hanya dikumpulkan, tetapi dikelola dengan akuntabilitas, tanpa kehilangan ruh spiritualnya. Inilah wajah Islam yang inklusif, membumi, dan berpihak pada kemanusiaan. Gus Dur pernah mengingatkan, “Yang lebih penting dari simbol-simbol keagamaan adalah bagaimana nilai agama itu menghadirkan keadilan dan kemanusiaan.” Dalam konteks hari ini, ketika tantangan ekonomi semakin kompleks dan kesenjangan sosial masih nyata, pemikiran Gus Dur justru terasa semakin relevan. Zakat bukan hanya soal kepatuhan individu, melainkan tanggung jawab kolektif membangun bangsa yang berkeadilan. Negara, masyarakat, dan lembaga keagamaan perlu terus menjaga visi besar ini agar zakat benar-benar menjadi solusi, bukan sekadar simbol. Warisan Gus Dur mengajarkan bahwa agama dan negara tidak harus dipertentangkan. Keduanya justru dapat saling menguatkan ketika nilai spiritual diterjemahkan menjadi kebijakan yang berpihak pada rakyat kecil. Di situlah zakat menemukan makna sejatinya—sebagai ibadah yang hidup, bergerak, dan menyalakan harapan. Sebagaimana kata Gus Dur yang sangat manusiawi dan mendalam, “Memuliakan manusia berarti memuliakan kehidupan.” Dan melalui zakat yang dikelola dengan amanah, pesan itu terus hidup—mengalir dari para muzaki, menguatkan mustahik, dan menjadi denyut kepedulian bangsa. Artikel Opini By: Samsul Mungin
BERITA19/01/2026 | Humas
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Lampung Utara.

Lihat Daftar Rekening →