WhatsApp Icon
Sinergi Zakat, Wakaf, dan Sedekah Dinilai Jadi Solusi Efektif Atasi Kemiskinan

JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menekankan pentingnya menyatukan berbagai instrumen filantropi Islam, seperti zakat, infak, sedekah, wakaf, dan dana sosial keagamaan lainnya untuk memperkuat upaya pengentasan kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua BAZNAS RI, Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., dalam kegiatan BAZNAS Knowledge Sharing bertajuk “Sinergi Pilar Filantropi Islam untuk Pengentasan Kemiskinan” yang diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) BAZNAS RI dan disiarkan melalui kanal YouTube BAZNAS TV pada Selasa (23/6/2026). Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan dan amil BAZNAS Provinsi maupun Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia secara daring.

Dalam pemaparannya, Zainut menjelaskan bahwa setiap instrumen filantropi Islam memiliki fungsi dan karakteristik yang berbeda. Namun, apabila dikelola secara terpadu dalam satu ekosistem, seluruh instrumen tersebut dapat menghasilkan dampak sosial dan ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Menurutnya, zakat dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan usaha produktif guna meningkatkan kemandirian ekonomi umat. Sementara itu, wakaf berperan dalam penyediaan aset dan infrastruktur produktif, sedangkan infak dapat digunakan untuk mendukung program pelatihan serta pendampingan usaha.

Selain itu, sedekah juga memiliki fungsi penting sebagai bantuan darurat bagi masyarakat yang sedang menghadapi kondisi rentan. Oleh karena itu, berbagai instrumen filantropi Islam perlu saling mendukung dan tidak berjalan secara terpisah agar manfaat yang diberikan dapat lebih optimal.

Zainut menuturkan, intervensi filantropi Islam dapat dilakukan secara bertahap, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar dan bantuan darurat, pemulihan kondisi masyarakat pascakrisis, pemberdayaan ekonomi, hingga mendorong transformasi sosial dan ekonomi yang berkelanjutan. Pendekatan tersebut dinilai mampu meningkatkan kontribusi filantropi Islam dalam mendukung pembangunan nasional.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pihak untuk mengubah paradigma filantropi yang selama ini berfokus pada bantuan sesaat menjadi upaya transformasi sosial yang berkelanjutan. Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan jangka pendek mustahik, tetapi juga harus mampu mendorong pemulihan ekonomi, memperluas akses ekonomi, serta meningkatkan kemandirian masyarakat.

Zainut juga menyoroti masih adanya berbagai tantangan yang dihadapi bangsa, seperti kemiskinan, persoalan kesejahteraan sosial, dan kerentanan ekonomi. Menurutnya, tantangan tersebut membutuhkan solusi yang tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi, tetapi juga berlandaskan nilai solidaritas dan spiritualitas.

Ia berharap sinergi seluruh pilar filantropi Islam dapat terus diperkuat sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Dengan demikian, pembangunan yang berkelanjutan, berkeadilan, dan inklusif dapat terwujud serta dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Lampung Utara melalui rekening berikut:

BSI: 7269938824
Bank Lampung: 3820301170699
CIMB Niaga Syariah: 860008928800
BPRS Kotabumi : 01101005294

a.n. BAZNAS Lampung Utara, atau melalui laman resmi https://kablampungutara.baznas.go.id   dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***

 

25/07/2026 | Kontributor: Humas
BAZNAS LAMPUNG UTARA FASILITASI BEASISWA SANTRI TAHFIDZ 2026

KOTABUMI-- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Lampung membuka Program Beasiswa Santri Tahfiz Al-Qur'an Tahun 2026. Program ini merupakan bentuk komitmen BAZNAS Provinsi Lampung dalam mendukung pendidikan generasi muda serta mendorong lahirnya para penghafal Al-Qur'an yang berprestasi dan berakhlak mulia.

Program beasiswa ini ditujukan bagi santri putra berusia 13 hingga 20 tahun yang berasal dari keluarga kurang mampu (dhuafa), berdomisili di Provinsi Lampung, serta memiliki hafalan minimal 3 juz Al-Qur'an. Melalui program ini, BAZNAS Provinsi Lampung berupaya memberikan akses pendidikan yang lebih luas bagi para santri yang memiliki potensi dan semangat belajar tinggi.

Ketua BAZNAS Provinsi Lampung Iskandar Zulkarnain menyampaikan  hal tersebut, saat memberikan sambutan pada “Lebaran Yatim dan Disabilitas Tahun 1448 H” di Masjid Agung Al Jami’ Kotabumi (7/7).

Menurut Iskandar program beasiswa ini merupakan bagian dari upaya pengelolaan zakat yang tidak hanya berorientasi pada bantuan konsumtif dan zakat produktif, tetapi juga pemberdayaan melalui sektor pendidikan dan dakwah.

"Melalui Beasiswa Santri Tahfiz Al-Qur'an, BAZNAS Provinsi Lampung berharap dapat membantu para santri dalam mengembangkan kapasitas keilmuan dan hafalan Al-Qur'an sehingga kelak menjadi generasi yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan agama," ujarnya. Calon santri datang dari desa. Setiap desa ada calon penghapal Al-Qur'an. Ini program unggulan BAZNAS Provinsi Lampung untuk anak-anak yang memiliki kemampuan menghapal Qur'an 30 juz untuk setiap desa.

Menurut  Ketua Baznas Lampung Utara, Budi Cipto Utomo, Lampung Utara memperoleh jatah 10 calon peserta, namun saat menghadiri acara di Masjid Agung Al Jami’, karena tingginya animo calon peserta diberikan jatah 10 lagi. “Alhamdulillah Baznas Provinsi Lampung memberikan tambahan kuota,” ujar Budi Cipto Utomo.

Saat menghadiri Rakor Baznas Provinsi Lampung, ternyata jumlah pendaftar dari Lampung Utara hingga 16 Juli telah mencapai 21 calon peserta. Dan diberikan tambahan menjadi 25. “Artinya diberikan tambahan lagi 4 calon peserta,” ujar Dadang Iskandar, Waka III yang menghadiri Rakor.

Calon peserta diwajibkan memenuhi seluruh persyaratan administrasi yang telah ditetapkan, termasuk melampirkan dokumen identitas, surat keterangan tidak mampu, surat rekomendasi, bukti hafalan Al-Qur'an, serta dokumen pendukung lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.

BAZNAS Lampung Utara menurut Budi Cipto Utomo, dalam Pilar Lampura Taqwa Program Bidang Dakwah, menyalurkan zakat untuk para guru ngaji, namun diakui Budi jumlahnya masih sangat terbatas. Menurutnya penyaluran zakat sebagai insentif buat guru ngaji juga sebagai Upaya meningkatkan Literasi Alquran di kalangan Masyarakat terutama anak usia dini.

Ketua Baznas Lampung Utara mengajak Masyarakat untuk menjadi muzaki atau munfik ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik khususnya di bidang dakwah. Caranya dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Lampung Utara dengan cara transfer via rekening:

BSI                             : 7269938824

CUMB Niaga Syariah : 860008928800

Bank Lampung          : 3820301170699

BPRS Kotabumi         : 01101005294

a.n. Baznas Lampung Utara, atau melalui laman resmi https://kablampungutara.baznas.go.id  dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. ***

23/07/2026 | Kontributor: Humas
BAZNAS Lampung Utara Hadiri Rakor BAZNAS se-Provinsi Lampung, Perkuat Sinergisitas Program

BANDAR LAMPUNG — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lampung Utara menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) BAZNAS se-Provinsi Lampung yang diselenggarakan pada Kamis, 16 Juli 2026, bertempat di Hotel Emersia Bandar Lampung.

Rakor dibuka oleh Ketua Baznas Provinsi Lampung, Iskandar Zulkarnaen. Dihadiri oleh BAZNAS kabupaten/kota se-Provinsi Lampung sebagai forum koordinasi dan konsolidasi dalam memperkuat sinergisitas program, meningkatkan efektivitas pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), serta menyamakan langkah dalam pelaksanaan program BAZNAS di seluruh wilayah Provinsi Lampung. Baznas Lampung Utara mengutus Dadang Ishak Iskandar, Wakil Ketua III.

Dalam rakor tersebut, sejumlah agenda strategis menjadi pembahasan, di antaranya program beasiswa tahfiz Al-Qur'an, digitalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa, Riset ZIS, penyampaian laporan BAZNAS kabupaten/kota, sistem pengendalian internal dan pelaksanaan audit, serta isu strategis daerah yang berkenaan dengan ZIS.

Pembahasan berbagai agenda tersebut diharapkan dapat memperkuat tata kelola kelembagaan BAZNAS sekaligus mendorong pengelolaan ZIS yang semakin profesional, transparan, akuntabel, dan berdampak bagi masyarakat.

Bagi BAZNAS Kabupaten Lampung Utara, keikutsertaan dalam Rakor BAZNAS se-Provinsi Lampung menjadi bagian penting dalam membangun koordinasi dan sinergi antarlembaga. Melalui forum ini, berbagai program dan kebijakan dapat dikomunikasikan secara lebih baik sehingga pelaksanaannya di daerah dapat berjalan selaras dengan arah dan tujuan bersama. Pada forum ini Baznas Lampung Utara melaporkan dengan penerimaan ZIS hingga triwulan II serta pendistribusiannya. Juga disampaikan program-program kolaborasi seperti Rumah Layak Huni Baznas (RLHB) dan Lumbung Pangan.

Sinergisitas antarlembaga BAZNAS menjadi salah satu kunci dalam mengoptimalkan potensi zakat dan memperluas manfaatnya bagi para mustahik. Dengan koordinasi yang kuat, inovasi program, serta tata kelola yang baik, BAZNAS diharapkan mampu terus menghadirkan pelayanan dan program pemberdayaan yang semakin efektif bagi masyarakat.

BAZNAS Kabupaten Lampung Utara berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dan meningkatkan kualitas pengelolaan ZIS sebagai bagian dari upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui zakat.

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Kabupaten Lampung Utara melalui rekening berikut:

  • BSI: 7269938824
  • Bank Lampung: 3820301170699
  • CIMB Niaga Syariah: 860008928800
  • BPRS Kotabumi: 01101005294
22/07/2026 | Kontributor: Humas
Zakat sebagai Tax Credit Menguat, BAZNAS Optimistis Perkuat Penerimaan Pajak dan Zakat

Jakarta – Wacana menjadikan zakat sebagai pengurang pajak secara langsung (tax credit) kembali mengemuka. Gagasan ini dinilai berpotensi memperkuat pengelolaan zakat nasional sekaligus meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam menunaikan zakat dan membayar pajak.

Hal tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) Jurnalisme Filantropi yang diselenggarakan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Komisi VIII DPR RI, Yayasan Halaqoh Tadarus Al-Qur'an, dan Lazismu di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Sabtu (18/7/2026).

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko, menegaskan bahwa zakat dan pajak bukanlah dua kewajiban yang saling bertentangan. Sebaliknya, keduanya dapat saling melengkapi sebagai instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki peluang besar untuk mengintegrasikan sistem zakat dan perpajakan secara lebih optimal. Langkah tersebut diyakini mampu memperkuat program pemberdayaan ekonomi umat, mengurangi kemiskinan, meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan, hingga mendukung penanggulangan bencana.

Saat ini, zakat yang disalurkan melalui BAZNAS maupun Lembaga Amil Zakat (LAZ) resmi telah diakui sebagai pengurang penghasilan kena pajak (tax deduction). Namun, Singgih menilai sudah saatnya Indonesia mulai mengkaji skema tax credit, yakni zakat menjadi pengurang langsung atas pajak yang terutang.

"Gagasan ini memiliki potensi besar untuk mendorong masyarakat menunaikan zakat melalui lembaga resmi. Selain meningkatkan penghimpunan zakat, tata kelolanya juga akan semakin akuntabel, transparan, dan profesional," ujarnya.

Meski demikian, ia menekankan bahwa penerapan kebijakan tersebut memerlukan kajian yang komprehensif. Berbagai aspek, mulai dari harmonisasi regulasi, integrasi sistem digital antara otoritas perpajakan dan BAZNAS, hingga dampaknya terhadap penerimaan negara, perlu dipersiapkan secara matang.

Karena itu, Singgih berharap kolaborasi antara pemerintah, DPR, akademisi, organisasi kemasyarakatan Islam, dan para pemangku kepentingan lainnya dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang realistis serta mudah diimplementasikan.

ax Credit Berpotensi Kepatuhan Pajak dan Zakat

Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, menyampaikan optimisme bahwa penerapan skema tax credit tidak akan menurunkan penerimaan pajak negara. Sebaliknya, pengalaman di sejumlah negara menunjukkan bahwa kebijakan tersebut justru mampu meningkatkan penghimpunan zakat sekaligus kepatuhan wajib pajak.

Menurut Rizaludin, kekhawatiran bahwa tax credit akan mengurangi pendapatan negara sebenarnya telah lama muncul. Namun, hasil penelitian di negara lain, seperti Malaysia, menunjukkan bahwa penerimaan zakat dan pajak justru sama-sama mengalami peningkatan.

"Pengalaman di Malaysia menunjukkan bahwa ketika insentif zakat diperkuat melalui skema tax credit, penghimpunan zakat meningkat dan penerimaan pajak juga tetap tumbuh," jelasnya.

Ia menjelaskan, Indonesia saat ini masih menerapkan sistem tax deduction yang hanya mengurangi penghasilan kena pajak. Skema serupa juga diterapkan di beberapa negara seperti Kanada dan Inggris. Menurutnya, manfaat yang dirasakan masyarakat melalui sistem tersebut masih relatif terbatas karena tidak secara langsung mengurangi jumlah pajak yang harus dibayarkan.

Oleh sebab itu, BAZNAS memandang skema tax credit dapat menjadi insentif yang lebih menarik, terutama bagi korporasi maupun muzaki dengan nilai zakat yang besar.

"Daripada memperdebatkan kewajiban zakat melalui regulasi, akan lebih baik jika negara menghadirkan insentif yang mendorong masyarakat secara sukarela menunaikan zakat melalui lembaga resmi," ujar Rizaludin.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pembahasan mengenai harmonisasi zakat dan pajak diperkirakan akan semakin relevan menjelang revisi Undang-Undang Pengelolaan Zakat pada 2027, sebagaimana amanat Mahkamah Konstitusi.

Sebagai langkah awal, BAZNAS mengusulkan agar skema tax credit diuji coba secara terbatas, salah satunya di Provinsi Aceh yang telah memiliki sistem pengelolaan zakat sebagai bagian dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) khusus.

Melalui sinergi antara pemerintah, ulama, akademisi, dan media, BAZNAS berharap kebijakan tersebut dapat menjadi fondasi penguatan ekosistem filantropi Islam di Indonesia. Selain meningkatkan penghimpunan zakat, skema tax credit juga diharapkan mampu menjaga keberlanjutan fiskal negara sekaligus menghadirkan sistem insentif yang lebih adil bagi para muzaki.***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Lampung Utara melalui rekening berikut:

BSI                            : 7269938824

 

Bank Lampung          : 3820301170699
CIMB Niaga Syariah  : 860008928800
BPRS Kotabumi         : 01101005294

a.n. Badan Amil Zakat Nasional Lampung Utara, atau melalui laman resmi https://kablampungutara.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat
22/07/2026 | Kontributor: Humas
Perkuat Ekosistem Halal dan Ziswaf, Pemprov-KDEKS Susun RAD Ekonomi Syariah 2027

Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Tahun 2027 sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan. Penyusunan RAD tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Lampung yang digelar di Balai Keratun, Bandar Lampung, Selasa (21/7).

Rapat koordinasi dibuka oleh Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, dan dihadiri oleh Direktur Eksekutif Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Lampung H. Ardiansyah, S.H., Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Bimo Epyanto, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung Otto Fitriandy, Ketua BAZNAS Provinsi Lampung Dr. Drs. H. Iskandar Zulkarnain, M.H., para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta berbagai mitra kerja yang turut mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Provinsi Lampung.

Dalam sambutannya, Jihan menegaskan bahwa pengembangan ekonomi syariah bukan sekadar agenda administratif, melainkan bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurutnya, Provinsi Lampung memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu penggerak ekonomi syariah nasional. Potensi tersebut didukung oleh posisi Lampung sebagai lumbung pangan nasional, berkembangnya sektor UMKM, jaringan pesantren yang luas, peluang ekspor komoditas unggulan, serta besarnya potensi pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) secara produktif.

"Ekosistem ekonomi syariah tidak cukup hanya diukur dari bertambahnya lembaga keuangan syariah saja. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana seluruh rantai nilai saling berhubungan, saling berkesinambungan, dan saling berintegrasi," ujar Jihan.

Melalui penyusunan RAD Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Tahun 2027, Pemerintah Provinsi Lampung mendorong sinergi lintas sektor untuk memperkuat berbagai aspek, mulai dari sertifikasi halal, perluasan akses pembiayaan syariah, peningkatan literasi masyarakat, digitalisasi layanan, hingga pengembangan industri halal, pariwisata halal, dan pemberdayaan UMKM.

Selain itu, optimalisasi pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) juga menjadi salah satu fokus dalam pengembangan ekosistem ekonomi syariah di Lampung. Pengelolaan ZISWAF yang produktif diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperkuat pemberdayaan ekonomi umat.

Pada kesempatan tersebut, Provinsi Lampung juga mencatat prestasi membanggakan dengan meraih tiga penghargaan pada Anugerah Adinata Syariah 2026, salah satunya pada kategori The New Emerging Sharia Economic Region. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah secara berkelanjutan.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, KDEKS, Bank Indonesia, OJK, BAZNAS, perangkat daerah, dan berbagai mitra strategis lainnya, penyusunan RAD Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Tahun 2027 diharapkan menjadi pedoman dalam memperkuat daya saing daerah, memperluas inklusi ekonomi syariah, serta mewujudkan pembangunan yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan bagi masyarakat Lampung.***

Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Lampung Utara melalui rekening berikut:

BSI: 7269938824

Bank Lampung: 3820301170699

CIMB Niaga Syariah: 860008928800

BPRS Kotabumi: 01101005294

a.n. BAZNAS Lampung Utara, atau melalui laman resmi https://kablampungutara.baznas.go.id dan nantinya akan menerima Bukti Setor Zakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat

22/07/2026 | Kontributor: Humas

Berita Terbaru

BAZNAS Lampung Utara Salurkan Bantuan Kesehatan untuk Fania, Bocah Pejuang Epilepsy
BAZNAS Lampung Utara Salurkan Bantuan Kesehatan untuk Fania, Bocah Pejuang Epilepsy
KOTABUMI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lampung Utara kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang membutuhkan. Kali ini, bantuan biaya kesehatan disalurkan kepada Fania Fillo Rahmawati, seorang bocah berusia 8 tahun yang tengah berjuang melawan diagnosa penyakit G40.8-Other Epilepsy. Menurut penuturan Yusnia, orang tua Fania, awalnya adalah ketika Fania berusia 4 tahun, sering jatuh dan kejang. Dari waktu ke waktu kondisi Fania perkembanganya semakin parah dan cukup berat. Setelah menderita selama kurang lebih empat tahun, sembilan bulan yang lalu ia harus menjalani prosedur operasi pembuatan lubang di tenggorokan (trakeostomi) di RS Abdoel Moeloek, Bandar Lampung. Lubang tersebut kini menjadi jalur utama pernafasannya yang harus dirawat dengan sangat intensif. Perjuangan Berat di Tengah Keterbatasan Keluarga Fania, yang tinggal di Dusun Tanjung Bulan, Desa Sawojajar, Kotabumi Utara Lampung Utara, menghadapi tantangan ekonomi yang besar dalam merawat putri mereka. Ayah Fania, Haryadi, hanyalah seorang buruh tani dengan penghasilan yang tidak menentu. Sementara itu, kebutuhan medis Fania sangatlah spesifik dan berbiaya tinggi: Pergantian Alat Rutin: Karet penutup lubang operasi di tenggorokannya harus diganti secara berkala setiap tiga bulan sekali. Kebutuhan Alat Medis: Fania membutuhkan alat penyedot dahak (suction) untuk mencegah penyumbatan pada saluran nafasnya. Harga alat ini tergolong sangat mahal bagi keluarga buruh tani seperti Pak Haryadi. "Kami sangat berterima kasih atas bantuan dari BAZNAS. Sebagai buruh tani, biaya pengobatan dan pembelian alat medis ini terasa sangat berat bagi kami. Bantuan ini sangat berarti untuk kelanjutan pengobatan Fania," ungkap Haryadi dengan penuh haru. Menggugah Kepedulian Sesama Penyaluran zakat ini merupakan amanah dari para muzzaki (pembayar zakat) yang dikelola oleh BAZNAS untuk membantu meringankan beban kesehatan warga Lampung Utara. Bantuan ini diharapkan dapat menjamin keberlangsungan perawatan Fania agar ia tetap bisa bernafas dengan baik dan menjalani hari-harinya. Mari kita berikan semangat untuk Fania agar terus kuat dalam proses penyembuhannya. Perjuangan Fania adalah pengingat bagi kita semua akan pentingnya rasa syukur dan kepedulian sosial. Salurkan Kepedulian Anda Satu tindakan kecil dari kita bisa menjadi harapan besar bagi mereka yang sedang berjuang. Ketua Baznas Lampung Utara, Budi Cipto Utomo, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menyalurkan Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) melalui BAZNAS Lampung Utara. Harta yang kita bersihkan bukan hanya menjadi pahala, tetapi juga menjadi penyambung nafas dan senyum bagi anak-anak seperti Fania. "Salurkan ZIS langsung ke kantor atau transfer dan QRIS. Kunjungi website Baznas Lampung Utar," ujar Budi. Mari bergotong royong, ringankan beban sesama, dan tebar kebaikan melalui zakat.
BERITA17/04/2026 | Humas
Sinergi Baznas Lampung Utara dan UPZ: Capaian Zakat Tembus Miliaran Rupiah
Sinergi Baznas Lampung Utara dan UPZ: Capaian Zakat Tembus Miliaran Rupiah
KOTABUMI – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lampung Utara merilis capaian membanggakan terkait penghimpunan Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) selama momentum Ramadan 1447 H. Melalui kolaborasi solid dengan 124 Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat Masjid dan Mushola, total dana umat yang berhasil dihimpun mencapai angka yang signifikan. Rincian Penghimpunan Dana Umat Berdasarkan data yang dihimpun per hari ini, total dana yang terkumpul dari para dermawan (Muzaki) di Lampung Utara terbagi dalam beberapa kategori: Kategori Penghimpunan Jumlah Nominal Zakat Fitrah Rp2.010.345.550 Zakat Mal Rp311.537.500 Infaq Rp138.070.500 Fidyah Rp11.796.200 Keberhasilan ini didorong oleh antusiasme warga yang tinggi, dengan tercatat sebanyak 48.500 orang pembayar Zakat Fitrah dan 1.145 orang pembayar Zakat Mal. Jumlah ini jauh meningkat dibanding tahun lalu. Penyaluran Tepat Sasaran Seluruh dana yang terkumpul telah disalurkan kepada mereka yang berhak menerima (Mustahik). Tercatat sebanyak 14.500 penerima manfaat di seluruh penjuru Lampung Utara telah merasakan dampak langsung dari kedermawanan masyarakat melalui program pendistribusian Baznas dan UPZ. Apresiasi dan Harapan ke Depan Ketua Baznas Lampung Utara Budi Cipto Utomo menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus UPZ Masjid dan Mushola yang telah bekerja keras menjadi garda terdepan dalam pelayanan zakat. "Kami sangat mengapresiasi dedikasi 124 UPZ yang telah bekerja maksimal. Kami berharap kesadaran masyarakat dalam berzakat dan berinfaq tidak berhenti di bulan Ramadan saja, melainkan terus meningkat sebagai gaya hidup di bulan-bulan lainnya," ungkap Budi Cipto Utomo didampingi Waka III Bidang Keuangan dan Pelaporan Dadang Iskandar. Budi Cipto Utomo melanjutkan bahwa menjadi perpanjangan tangan dalam mengelola ZIS bukanlah tugas yang ringan, namun membutuhkan integritas dan pengabdian, hanya Allah SWT yang bisa membalasnya. Dia juga mendoakan semoga Allah SWT senantiasa memberkahi harta para muzaki dan munfiq yang telah menyalurkan kewajibannya. "Semoga Allah membalas segala kebajikan dan amal sholeh para amil, muzaki dan munfiq," katanya. Ketua Baznas juga mendorong agar UPZ di tingkat Masjid dan Mushola terus aktif memberikan edukasi kepada jamaah mengenai pentingnya zakat, infaq, dan sedekah sebagai instrumen untuk mensucikan harta dan membantu sesama. Dan tanpa bosan-bosan Ketua Baznas Lampung Utara juga mengajak kepada masyarakat Lampung Utara yang diberikan kelapangan rezeki untuk menyisihkan sebagian hartanya dengan berzakat, berinfaq dan bersedekah. "Meski hanya serupiah bantuan muzaki dan munfiq sangat berarti bagi yang membutuhkan," katanya. #Pelita_zannah
BERITA15/04/2026 | Humas
Dari Tangan di Bawah Menjadi Tangan di Atas: 129 Petani Lumbung Pangan BAZNAS Lampung Utara Tunaikan Zakat Pertanian
Dari Tangan di Bawah Menjadi Tangan di Atas: 129 Petani Lumbung Pangan BAZNAS Lampung Utara Tunaikan Zakat Pertanian
LAMPUNG UTARA – Sebuah pemandangan mengharukan sekaligus membanggakan mewarnai musim panen raya di Kabupaten Lampung Utara kali ini. Bukan sekadar merayakan keberhasilan produksi padi, sebanyak 129 petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) penerima manfaat Program Lumbung Pangan BAZNAS melakukan aksi nyata yang menginspirasi: menyerahkan zakat pertanian mereka kembali kepada BAZNAS Lampung Utara. Para petani yang berasal dari tiga kecamatan—Abung Surakarta, Abung Selatan, dan Blambangan—ini merupakan bukti hidup dari keberhasilan program pemberdayaan ekonomi umat. Program Lumbung Pangan yang mereka terima sebelumnya telah memberikan dukungan berupa modal usaha, pendampingan teknis, hingga penguatan kelembagaan tani. Transformasi Mustahik Menjadi Muzakki Penyerahan zakat ini menjadi simbol transformasi luar biasa. Jika sebelumnya para petani ini merupakan Mustahik (penerima zakat), kini melalui kerja keras dan keberkahan program, mereka mampu berdiri tegak sebagai Muzakki (pemberi zakat). "Dulu kami dibantu untuk bangkit. Kini, setelah panen melimpah, kami ingin memastikan bahwa di dalam setiap bulir padi kami ada hak saudara-saudara kami yang lain yang harus ditunaikan melalui zakat," ujar salah satu perwakilan petani dengan mata berkaca-kaca saat menyerahkan zakatnya. Keberhasilan di Tiga Kecamatan Keberhasilan ini tersebar merata di wilayah intervensi program: Kecamatan Abung Surakarta: Menunjukkan ketahanan pangan yang solid meski menghadapi tantangan cuaca. Kecamatan Abung Selatan: Berhasil mengoptimalkan lahan dengan produktivitas tinggi. Kecamatan Blambangan: Menampilkan kekompakan Gapoktan dalam manajemen pasca panen. Komitmen BAZNAS Lampung Utara Ketua BAZNAS Lampung Utara Budi Cipto Utomo menyambut baik inisiatif para petani ini. Menurutnya , fenomena ini adalah tujuan tertinggi dari setiap program pendayagunaan zakat, yaitu kemandirian ekonomi yang diiringi dengan ketaatan spiritual. "Ini adalah siklus kebaikan yang luar biasa. Zakat yang dikelola dengan amanah melalui Program Lumbung Pangan, ternyata tidak hanya menghasilkan padi, tetapi juga melahirkan kesadaran berzakat yang tinggi. 129 petani ini telah memberi pelajaran berharga tentang arti syukur yang sebenarnya," ungkap Budi Cipto didampingi Rizki Yandika Pendamping Program Lumbung Pangan. Menuju Lampung Utara yang Berdaya Melalui momen ini, diharapkan para petani di Lampung Utara semakin semangat dalam mengolah lahan mereka dengan cara-cara yang berkah. Gerakan "Mustahik Menjadi Muzakki" ini menjadi energi baru bagi pembangunan ekonomi kerakyatan berbasis zakat di wilayah Lampung Utara. Panen kali ini bukan sekadar tentang angka tonase padi, melainkan tentang mekarnya harapan dan kemuliaan hati para petani untuk terus berbagi. #pelita_zannah #zakatmenguatkanindonesia
BERITA09/04/2026 | Humas
Rumah Ditinggal Mudik Ludes Terbakar, Baznas Lampung Utara Bergerak Cepat Salurkan Bantuan
Rumah Ditinggal Mudik Ludes Terbakar, Baznas Lampung Utara Bergerak Cepat Salurkan Bantuan
HULU SUNGKAI (25/3) – Musibah memilukan menimpa keluarga Suradi, warga RT/RW 002/002 Desa Bonglai Tengah, Kec. Hulu Sungkai. Lampung Utara saat sedang menjalankan tradisi mudik Lebaran ke Pulau Jawa. Rumah berbahan kayu milik warga tersebut rata dengan tanah setelah dilalap si jago merah pada Minggu malam (22/3/2026) sekitar pukul 20.30 WIB. Kades Bonglai Tengah, dalam laporannya menyebutkan bahwa penyebab kebakaran diduga akibat konsleting listrik saat rumah dalam keadaan kosong. "Pemilik rumah sedang mudik lebaran ke Jawa sekeluarga," ujar Rama Doni, Kades Bonglai Tengah. Menanggapi kejadian tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lampung Utara bersama jajaran Pemerintah Daerah, dalam hal ini Kadis Sosial, Imam Hanafi, dan Kadisduk Capil, Maryadi Muchtar, langsung turun ke lokasi untuk memberikan dukungan moril maupun materil bagi korban terdampak. Kronologi Kejadian Kades Bonglai Tengah menuturkan, api pertama kali terlihat saat kondisi lingkungan sedang sepi karena pemilik rumah tengah mudik. Karena sebagian besar konstruksi bangunan terbuat dari material kayu yang mudah terbakar, api dengan cepat membesar dan melahap seluruh isi bangunan dalam waktu singkat. Meski warga sekitar sempat berusaha memadamkan api, bangunan tersebut tetap tidak terselamatkan. Sinergi Lintas Sektor Penyaluran bantuan ini dilakukan secara kolaboratif sebagai bentuk kehadiran negara dan kepedulian sesama bagi warga yang tertimpa musibah: Baznas Lampung Utara: Menyerahkan santunan tunai guna meringankan beban ekonomi keluarga korban untuk memenuhi kebutuhan mendesak yang diserahkan oleh Harry Romadhon, Wakil Ketua I Dinas Sosial (Dinsos): Menyalurkan bantuan logistik berupa bahan pangan (sembako), perlengkapan tidur, dan peralatan dapur darurat, yang diserahkan oleh Kadis Imam Hanafi Disdukcapil Lampung Utara: Melakukan jemput bola untuk mendata dan memproses kembali dokumen kependudukan (KK, KTP, dan Akta) milik keluarga yang ikut hangus terbakar dalam peristiwa tersebut, dan diserahkan oleh Kadis Maryadi Muchtar. "Kami turut prihatin atas musibah yang menimpa saudara kita. Harapannya, santunan dari dana zakat, infak, dan sedekah masyarakat ini dapat sedikit mengobati duka keluarga, terlebih di momen menjelang Hari Raya ini," ujar Harry Romadhon di lokasi. Pesan untuk Masyarakat Pada saat penyerahan bantuan, hadir juga Camat Hulu Sungkai, Herwan. Pihak berwenang kembali mengimbau kepada seluruh masyarakat yang hendak melakukan perjalanan mudik agar memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman, mencabut aliran listrik yang tidak perlu, serta menitipkan pengawasan rumah kepada tetangga atau pamong setempat guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
BERITA25/03/2026 | Humas
Sinergi Tekan Kemiskinan Ekstrem: BAZNAS Lampung Utara Paparkan Program Terpadu "Pelita Zannah" di Forum Bappeda
Sinergi Tekan Kemiskinan Ekstrem: BAZNAS Lampung Utara Paparkan Program Terpadu "Pelita Zannah" di Forum Bappeda
KOTABUMI (10/3) – Upaya percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem dan peningkatan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Lampung Utara terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Dalam Forum Perangkat Daerah yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lampung Utara baru-baru ini, BAZNAS Lampung Utara hadir membawa terobosan strategis melalui pemanfaatan dana umat. Undangan khusus dari Bappeda ini menjadi momentum penting bagi BAZNAS untuk menyelaraskan program kerja lembaga dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), khususnya dalam intervensi kantong-kantong kemiskinan di tingkat desa. Inovasi Program "Pelita Zannah" Dalam forum tersebut, melalui Waka III BAZNAS Lampung Utara, Dadang Iskandar, memaparkan skema program terpadu bertajuk Pelita Zannah (Program Eliminasi Kemiskinan Terpadu melalui Zakat Infaq dan Sedekah). Program ini dirancang sebagai solusi ganda: menanggulangi kemiskinan sekaligus menstimulus pertumbuhan ekonomi lokal melalui pendayagunaan zakat produktif. Berbeda dengan bantuan konsumtif yang bersifat sekali habis, Pelita Zannah fokus pada pemberian modal usaha, pengembangan ternak kambing, lumbung pangan, pendampingan teknis, dan penyediaan sarana prasarana bagi keluarga prasejahtera agar memiliki penghasilan yang berkelanjutan. "Melalui Pelita Zannah, kami ingin mengubah status mustahik (penerima zakat) menjadi munfiq atau bahkan muzakki (pemberi zakat) di masa depan. Fokus kami adalah pemberdayaan ekonomi berbasis potensi desa, sehingga zakat tidak hanya sekadar bantuan sosial, tetapi menjadi mesin penggerak ekonomi warga," ujar Dadang Iskandar BAZNAS Lampung Utara. Pada kesempatan tersebut Dadang Iskandar juga memaparkan data progres Program Pelita Zannah yang dimulai pertengah tahun 2024. Salah satu kegiatan yang sudah sangat dirasakan pada penerima manfaat adalah bantuan indukan kambing dari 136 ekor yang disalurkan selama kurang lebih 2 tahun sudah berkembang menjadi 422 ekor dan bantuan modal usaha untuk 135 pelaku usaha mikro. "Mereka bisa memanfaatkan anak-anak kambing untuk memenuhi kebutuhan hidupnya," ujar Waka III Baznas LU itu. Integrasi Data dan Sasaran Pihak Bappeda Lampung Utara menyambut baik inisiatif ini. Integrasi program BAZNAS ke dalam Forum Perangkat Daerah diharapkan dapat memastikan bahwa bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih dengan program bantuan pemerintah daerah lainnya. Dengan sinkronisasi data kemiskinan ekstrem yang dimiliki Bappeda, program Pelita Zannah akan diarahkan secara presisi ke wilayah-wilayah yang membutuhkan intervensi ekonomi paling mendesak. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat pencapaian target penurunan angka kemiskinan di Lampung Utara pada tahun anggaran mendatang. Melalui langkah kolaboratif ini, pemerintah daerah dan BAZNAS optimistis bahwa pengelolaan zakat yang profesional dan produktif akan menjadi pilar penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Lampung Utara secara menyeluruh.
BERITA11/03/2026 | Humas
Jelang Idul Fitri 1447 H, Baznas Lampung Utara Salurkan 300 Paket Sembako untuk Mustahik
Jelang Idul Fitri 1447 H, Baznas Lampung Utara Salurkan 300 Paket Sembako untuk Mustahik
KOTABUMI (11/3)– Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lampung Utara kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap sesama. Menjelang hari raya Idul Fitri 1447 H, Baznas menyalurkan sedikitnya 300 paket sembako yang ditujukan bagi para mustahik di wilayah Lampung Utara. Penyaluran bantuan ini merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan setiap bulan Ramadan. Program ini dirancang untuk meringankan beban ekonomi masyarakat kurang mampu agar mereka dapat merayakan hari kemenangan dengan penuh sukacita dan kecukupan. Wakil Ketua Bidang Pendistribusian Baznas Lampung Utara, Yudi Surono, menyampaikan bahwa terlaksananya kegiatan ini tidak terlepas dari peran aktif para muzaki yang telah memercayakan penyaluran zakat, infak, dan sedekahnya melalui Baznas. "Alhamdulillah, berkat sinergi yang kuat dengan para muzaki yang rutin menunaikan kewajibannya, tahun ini kami dapat kembali berbagi. Kami berharap 300 paket sembako ini dapat memberikan manfaat nyata dan menjadi keberkahan bagi penerima maupun pemberinya," ujarnya. Setiap paket sembako yang dibagikan berisi bahan pangan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, dan kebutuhan dapur lainnya. Proses pendistribusian dilakukan dengan tetap mengedepankan ketepatan sasaran, sehingga bantuan benar-benar diterima oleh warga yang paling membutuhkan. Selain sebagai bentuk implementasi pengelolaan dana zakat yang transparan dan akuntabel, kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi serta menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat Lampung Utara. Dengan dukungan berkelanjutan dari para muzaki, Baznas Lampung Utara berkomitmen untuk terus meningkatkan jangkauan program-program kemanusiaan lainnya di masa mendatang, guna mewujudkan kesejahteraan umat yang lebih merata. Baznas Lampung Utara sebelumnya juga telah menyalurkan Bantuan paket sembako terutama bagi para korban bencana alam yang terjadi di wilayah Lampung Utara seperti Blambangan Pagar 30 KK, Nyapah Banyu Pekurun 55 KK, dan 152 KK di wilayah Kotabumi dan sekitarnya. Paket sembako juga disalurkan Baznas Lampung Utara berkenaan dengan kunjungan kerja Bupati ke kecamatan-kecamatan dan Safari Ramadhan 1447 H.
BERITA11/03/2026 | Humas
BAZNAS Lampung Utara Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Disabilitas di Penagan Ratu
BAZNAS Lampung Utara Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Disabilitas di Penagan Ratu
LAMPUNG UTARA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lampung Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam program kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan alat bantu kesehatan bagi warga yang membutuhkan. Kali ini, bantuan berupa satu unit kursi roda diberikan kepada Bapak Andi Pratama, warga Desa Penagan Ratu yang mengalami keterbatasan fisik (lumpuh). Penyerahan bantuan ini dilakukan langsung oleh Waka BAZNAS Lampung Utara Harry Romadhon didampingi Kadisduk Capil Maryadi Muchtar di kediaman Bapak Andi. Langkah ini diambil sebagai bentuk respon cepat atas laporan kondisi warga yang mengalami kesulitan mobilitas akibat kondisi kesehatan yang dideritanya sejak lama. Mendorong Kemandirian dan Mobilitas Bantuan kursi roda ini diharapkan dapat mempermudah aktivitas harian Bapak Andi Pratama, baik di dalam rumah maupun saat ingin menghirup udara segar di luar ruangan. Selama ini, keterbatasan fisik yang dialami lelaki berumur 20 tahun itu membuatnya sangat bergantung pada bantuan orang lain untuk berpindah tempat. "Alhamdulillah, bantuan kursi roda ini merupakan amanah dari para muzakki di Lampung Utara. Kami berharap alat ini dapat memberikan semangat baru bagi Bapak Andi, meningkatkan mobilitasnya, dan sedikit meringankan beban keluarga dalam merawat beliau," ujar Waka BAZNAS Lampung Utara saat penyerahan bantuan. Amanah Muzakki untuk Kesejahteraan Umat Program bantuan alat kesehatan bagi penyandang disabilitas dan warga berkebutuhan khusus merupakan salah satu pilar utama BAZNAS Lampung Utara dalam mendistribusikan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Fokus utama program ini adalah menyasar warga prasejahtera yang benar-benar membutuhkan intervensi bantuan langsung. Pihak keluarga Bapak Andi Pratama mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas perhatian yang diberikan oleh BAZNAS. "Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Sekarang Bapak Andi bisa lebih mudah bergerak dan tidak hanya terpaku di tempat tidur saja," ungkap salah satu anggota keluarga. Melalui aksi nyata ini, BAZNAS Lampung Utara mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat solidaritas dan kepedulian terhadap sesama, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan fisik dan ekonomi di pelosok desa.
BERITA03/03/2026 | Humas
BAZNAS Lampung Utara Salurkan Bantuan Darurat untuk Korban Kebakaran di Sidodadi
BAZNAS Lampung Utara Salurkan Bantuan Darurat untuk Korban Kebakaran di Sidodadi
LAMPUNG UTARA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lampung Utara menunjukkan respon terhadap musibah kemanusiaan yang menimpa warga Desa Sidodadi, Kecamatan Sungkai Selatan. Melalui Wakil Ketua I BAZNAS Lampung Utara, Harry Romadhon, terjun langsung memberikan santunan dan bantuan darurat kepada Ibu Heni Fatmawati, korban kebakaran yang terjadi pada Rabu, 26 November 2025. Peristiwa nahas tersebut menghanguskan sebagian besar kediaman Ibu Heni yang terletak di RT 04/RW 01, Desa Sidodadi. Selain kerugian materiil yang mengakibatkan kerusakan cukup parah tempat tinggal, Ibu Heni yang diketahui selama ini hidup sebatang kara juga mengalami luka bakar dalam insiden tersebut. Saat ini, beliau sedang dalam pemulihan kondisi fisiknya setelah mendapatkan perawatan di Puskesmas setempat. Wujud Kepedulian bagi Sesama Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari program BAZNAS Tanggap Bencana yang bertujuan untuk meringankan beban masyarakat yang tertimpa musibah secara mendadak. Bantuan yang diserahkan diharapkan dapat membantu biaya pengobatan serta memenuhi kebutuhan mendesak korban selama masa pemulihan. "Kami hadir sebagai bentuk kepedulian dan penyambung amanah dari para muzakki di Lampung Utara. Musibah yang menimpa Ibu Heni adalah duka kita bersama, apalagi beliau tinggal sendirian dan kini harus berjuang sembuh dari luka bakar," ujar Wakil Ketua BAZNAS Lampung Utara di sela peninjauan. Dukungan Moril untuk Pemulihan Selain bantuan materiil, kehadiran tim di lapangan juga bertujuan untuk memberikan dukungan psikologis bagi Ibu Heni agar tetap tabah menghadapi cobaan ini. Pihak BAZNAS juga terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan tenaga medis di Puskesmas guna memantau perkembangan kesehatan korban. Aksi cepat ini diharapkan dapat menggugah semangat gotong royong masyarakat sekitar untuk turut membantu proses rehabilitasi kediaman Ibu Heni setelah kondisinya membaik nanti.
BERITA02/03/2026 | Humas
PENETAPAN BESARAN ZAKAT FITRAH DAN FIDYAH
PENETAPAN BESARAN ZAKAT FITRAH DAN FIDYAH
Kotabumi-Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung secara resmi telah menerbitkan ketetapan mengenai besaran Zakat Fitrah dan Fidyah untuk tahun 1447 H/2026 M. Keputusan ini tertuang dalam surat resmi nomor B-006/DP-M/MUI-IX/II/2026. Berdasarkan surat tersebut, standar Zakat Fitrah bagi umat Muslim di wilayah Provinsi Lampung adalah sebesar 1 "sha" setara dengan 2,7 kilogram beras per jiwa. Bagi masyarakat yang ingin menunaikan zakatnya dalam bentuk uang, nominal yang ditetapkan adalah senilai Rp40.000 per jiwa. Selain Zakat Fitrah, MUI juga mengatur besaran Fidyah bagi mereka yang memiliki kriteria tertentu untuk mengganti hutang puasa, yakni sebesar 1/2 "sha" bahan makanan pokok (beras) untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan, atau bila dikonversikan dalam bentuk uang adalah sebesar Rp20.000 per hari. Penetapan ini berlandaskan pada ketentuan fiqih Islam dan menunjuk pada Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 62 Tahun 2002 tentang Zakat Fitrah, serta hasil kajian Komisi Fatwa MUI Provinsi Lampung dengan mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Respons Baznas Lampung Utara Menanggapi ketetapan tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lampung Utara, melalui ketuanya, Budi Cipto Utomo, menyatakan kesiapannya untuk melakukan sosialisasi dan pemungutan. Namun, pihak Baznas Lampung Utara menegaskan bahwa implementasi di tingkat kabupaten masih menunggu prosedur administratif lebih lanjut. "Kami akan segera menindaklanjuti surat keputusan MUI Lampung tersebut. Namun, saat ini kami masih menunggu instruksi resmi dari Baznas Provinsi Lampung serta hasil koordinasi dengan Bupati Lampung Utara," ujar Ketua Baznas Lampung Utara. Langkah koordinasi ini dilakukan guna memastikan bahwa pelaksanaan pemungutan zakat di wilayah Lampung Utara berjalan selaras dengan kebijakan pemerintah daerah dan memiliki payung hukum yang kuat di tingkat kabupaten. Ketua Baznas Lampung Utara mengharapkan sesuai dengan Edaran Bupati Lampung Utara Nomor 184 Tahun 2026 ASN dilingkungan Pemda Lampung Utara dapat menyalurkan zakat fitrah, zakat mal, dan infaq nya melalui Baznas Lampung Utara.
BERITA23/02/2026 | Humas
Pasca-Bencana Kotabumi, BAZNAS Lampung Utara Salurkan Ratusan Paket Sembako
Pasca-Bencana Kotabumi, BAZNAS Lampung Utara Salurkan Ratusan Paket Sembako
KOTABUMI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lampung Utara bergerak cepat meringankan beban warga terdampak bencana alam. Sebanyak 152 paket sembako disalurkan kepada keluarga korban yang terdampak hujan deras disertai angin kencang di wilayah Kelurahan Sribasuki, Kecamatan Kotabumi. Penyaluran bantuan ini merupakan tindak lanjut nyata dari hasil rapat koordinasi penanganan pasca-bencana yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Lampung Utara, Dra. Intji Indriati, M.H., bersama jajaran dinas terkait seperti BPBD, Dinas Perkim, Dinas Sosial, dan BAZNAS. Dampak Kerusakan yang Luas Bencana yang melanda pada Sabtu, 14 Februari 2026 tersebut menyisakan kerusakan yang cukup signifikan. Tercatat sekitar 870 rumah warga mengalami kerusakan dengan kategori berat, sedang, hingga ringan. Berdasarkan data sektoral, wilayah terdampak paling parah meliputi: Kelurahan Sribasuki: 399 rumah rusak. Kelurahan Tanjung Aman: 260 rumah rusak. Sisanya meliputi : Kotabumi Tengah, Cempedak, Gapura, Kotabumi Ilir dan Rejosari Baznas Lampung Utara melalui Program Tanggap Bencana membuka Dompet Bencana BAZNAS Lampung Utara melalui Bank BSI Norek 7336421963 yang merupakan rekening khusus untuk warga bila ingin berdonasi. Sinergi Pemerintah dan Lembaga Sosial Penyerahan bantuan sembako ini diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga di Kelurahan Sribasuki yang menjadi titik terdampak paling banyak. Sinergi antara Pemerintah Kabupaten melalui BPBD dan Dinas Sosial dengan BAZNAS diharapkan dapat mempercepat masa pemulihan psikologis dan ekonomi warga. "Bantuan ini merupakan bentuk kehadiran negara dan kepedulian umat melalui BAZNAS untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Semoga dapat sedikit meringankan beban dapur keluarga yang terdampak," ujar Harry Romadhon, Waka I, BAZNAS Lampung Utara di sela pembagian bantuan. Hingga saat ini, pemerintah daerah terus melakukan pendataan dan validasi terkait kerusakan infrastruktur serta rumah tinggal guna menentukan langkah perbaikan lebih lanjut melalui Dinas Perkim dan instansi terkait lainnya. Sekda berharap selain penyaluran bantuan, warga diminta bergotong royong dan tetap waspada terhadap cuaca aktrem yang masih kerap akan terjadi.
BERITA20/02/2026 | Humas
Apresiasi Muzakki dan Sinergi Perlindungan Sosial Warnai Pencanangan GSZ Lampung Utara
Apresiasi Muzakki dan Sinergi Perlindungan Sosial Warnai Pencanangan GSZ Lampung Utara
KOTABUMI (5/2) – Selain mencanangkan Gerakan Sadar Zakat, Bupati Lampung Utara, Dr. Ir. Hamartoni Ahadis, M.Si., memberikan apresiasi khusus kepada para pihak yang dinilai konsisten dalam menunaikan kewajiban zakatnya melalui Baznas Lampung Utara. Penyerahan Piagam Penghargaan Baznas ini menjadi simbol terima kasih pemerintah daerah atas kontribusi nyata para muzakki dalam mendukung kesejahteraan umat. Penerima Penghargaan Baznas Lampung Utara Penghargaan diberikan kepada berbagai sektor yang menunjukkan komitmen tinggi dalam penyaluran zakat, infaq, dan shodaqoh: Kategori Penerima Penghargaan BUMN/BUMD BPRS Kotabumi Instansi Vertikal Kementerian Agama Lampung Utara & BPS Lampung Utara Perangkat Daerah Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Sektor Swasta RS Handayani Perorangan Dra. Hj. Dina Prawitarini, MM. dan Apriantina Perlindungan bagi Marbot: Kerjasama Baznas dan BPJS Ketenagakerjaan Momen penting lainnya dalam acara tersebut adalah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Baznas Lampung Utara dengan BPJS Ketenagakerjaan. Prosesi ini disaksikan langsung oleh Bupati Hamartoni Ahadis. Penandatanganan dilakukan oleh Ketua Baznas Lampung Utara, Budi Cipto Utomo, bersama Kepala Perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Lampung Utara, Hedry Nora. Fokus Kerja Sama: Sasaran: Sebanyak 100 orang Marbot (petugas kebersihan) masjid dan musholla di wilayah Lampung Utara. Kriteria: Marbot yang bertugas di masjid/musholla yang telah resmi membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Manfaat Program: Hedry Nora menjelaskan bahwa para Marbot akan mendapatkan perlindungan melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). "Ini adalah langkah konkret Baznas dalam memberikan rasa aman bagi para pejuang agama. Dengan terdaftarnya mereka di BPJS Ketenagakerjaan, ada proteksi bagi mereka dan keluarga jika terjadi risiko saat bertugas," jelas Budi Cipto Utomo. Bupati Hamartoni berharap langkah ini dapat menjadi pemantik bagi instansi lain untuk terus berinovasi dalam mengoptimalkan dana zakat guna memberikan dampak sosial yang lebih luas dan terukur bagi masyarakat Lampung Utara.
BERITA06/02/2026 | Humas
Berdayakan Ekonomi Umat, Baznas Lampung Utara Salurkan Bantuan Ternak Kambing di Desa Madukoro Baru
Berdayakan Ekonomi Umat, Baznas Lampung Utara Salurkan Bantuan Ternak Kambing di Desa Madukoro Baru
KOTABUMI UTARA (6/2) – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lampung Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam mengentaskan kemiskinan melalui program pemberdayaan ekonomi. Kali ini, sebanyak 14 warga (mustahik) di Desa Madukoro Baru, Kecamatan Kotabumi Utara, menerima bantuan zakat produktif berupa ternak kambing. Program ini bertujuan untuk mengubah status mustahik (penerima zakat) menjadi muzakki (pemberi zakat) di masa depan melalui usaha peternakan yang berkelanjutan. Mekanisme Penyaluran dan Komitmen Dalam penyaluran kali ini, masing-masing mustahik menerima 3 ekor kambing indukan. Namun, bantuan ini tidak diberikan begitu saja. Sebelum ternak diserahterahkan, para penerima manfaat terlebih dahulu mendapatkan pengarahan intensif mengenai tata cara pemeliharaan yang baik. Sebagai bentuk tanggung jawab, para mustahik juga menandatangani surat komitmen yang berisi poin-poin penting: Perawatan Mandiri: Mustahik wajib merawat dan menjaga kesehatan ternak dengan baik. Masa Kontrak: Komitmen pemeliharaan dilakukan selama jangka waktu 2 tahun. Pengembangbiakan: Fokus utama adalah mengembangbiakan indukan yang telah diberikan. Hasil Milik Sepenuhnya Bagi Mustahik Salah satu poin menarik dari program zakat produktif ini adalah skema bagi hasilnya yang sangat berpihak pada mustahik. Seluruh anak kambing yang lahir dari hasil pengembangbiakan selama masa pemeliharaan akan menjadi hak milik sepenuhnya bagi para mustahik. "Langkah ini diambil agar masyarakat memiliki aset produktif yang nyata. Kami ingin bantuan ini tidak habis sekali pakai, tapi terus berputar dan berkembang menjadi sumber penghasilan baru bagi keluarga," ujar perwakilan Baznas Lampung Utara dalam arahannya. Wakil Ketua III, Dadang Iskandar, menjelaskan masa kerjasama selama 2 (dua) tahun dan bila penerima manfaat masih ingin melanjutkan pemeliharaan, dapat diperpanjang selama 1 (satu) periode lagi. Setelah itu kambing indukan itu akan ditarik dan akan dijual untuk selanjutnya dibelikan lagi kambing yang produktif, dan digulirkan kepada warga mustahik lain. Penyerahan bantuan ternak kambing diserahkan Wakil Ketua Bidang Pendistribusian, Yudi Surono, kepada para mustahik penerima manfaat. Kades Madukoro Baru, Sultan Hamid, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas zakat produktif ternak yang disalurkan di wilayahnya. "Bila dijumlahkan dengan penerima manfaat sebelumnya, Desa Madukoro berpotensi menjadi lumbung ternak kambing," katanya. Melalui pendampingan dan komitmen kuat dari para peternak di Desa Madukoro Baru, diharapkan populasi ternak di wilayah tersebut meningkat, sekaligus mengangkat taraf hidup ekonomi lokal secara signifikan.
BERITA06/02/2026 | Humas
Optimalkan Potensi ZIS, Bupati Lampung Utara Canangkan Gerakan Sadar Zakat
Optimalkan Potensi ZIS, Bupati Lampung Utara Canangkan Gerakan Sadar Zakat
KOTABUMI (5/2)– Bupati Lampung Utara, Dr. Ir. Hamartoni Ahadis, M.Si., secara resmi mencanangkan Gerakan Sadar Zakat, Infaq, dan Shodaqoh (GSZ) tingkat Kabupaten Lampung Utara. Acara yang mengusung tema "Zakat Menguatkan Indonesia dan Menyejahterakan Umat" ini berlangsung khidmat di Gedung Pusiban Agung, Kotabumi. Dalam sambutannya, Hamartoni Ahadis menekankan bahwa Lampung Utara memiliki potensi zakat yang sangat besar. Jika dikelola dengan maksimal, instrumen keagamaan ini dapat menjadi motor penggerak pembangunan daerah, khususnya dalam mengakselerasi pengentasan kemiskinan. Tiga Dimensi Utama Zakat Bupati menjelaskan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan memiliki tiga dimensi fundamental yang saling berkaitan: Dimensi Spiritual: Sebagai bentuk ketaatan dan pembersihan diri bagi muzakki (pembayar zakat). Dimensi Ekonomi: Menjadi instrumen redistribusi kekayaan untuk mendorong perputaran ekonomi di lapisan masyarakat bawah. Dimensi Keadilan Sosial: Berperan dalam memperkecil kesenjangan sosial dan menciptakan keseimbangan di tengah masyarakat. "Zakat memiliki kekuatan luar biasa dalam membiayai berbagai permasalahan pembangunan. Ini adalah solusi nyata untuk membantu saudara-saudara kita yang kurang beruntung agar dapat hidup lebih layak," ujar Hamartoni. Himbauan bagi ASN dan Instansi Secara khusus, Bupati menghimbau seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Lampung Utara untuk menjadi teladan dalam menunaikan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lampung Utara. "Kami mengajak para ASN untuk menyalurkan zakatnya ke Baznas. Jika belum mencapai nishob zakat, setidaknya dapat rutin memberikan infaq. Kontribusi kecil yang dilakukan secara kolektif akan berdampak besar bagi kesejahteraan umat," tambahnya. Sinergi Lintas Sektor Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, kepala badan/dinas perangkat daerah, para camat, pimpinan instansi vertikal, serta perwakilan BUMN dan BUMD. Turut hadir pula pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ) masjid dan musholla dari seluruh penjuru Lampung Utara. Pencanangan Gerakan Sadar Zakat Lampung Utara ditandai dengan penekanan "Sirene" yang dilakukan bersama-sama: Forkopimda, Ketua Baznas Prov Lampung dan Ketua Baznas Lampung Utara. Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan komitmen bersama untuk memperkuat tata kelola zakat di tingkat kabupaten. Setelah prosesi pencanangan GSZ selesai, agenda langsung dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Baznas Lampung Utara guna menyusun langkah strategis pengelolaan zakat ke depan.
BERITA06/02/2026 | Humas
Penuhi Janji Kampanye, Bupati Lampung Utara Sambangi Bukit Kemuning dan Abung Tinggi
Penuhi Janji Kampanye, Bupati Lampung Utara Sambangi Bukit Kemuning dan Abung Tinggi
LAMPUNG UTARA (5/2) – Langkah nyata dalam menyerap aspirasi masyarakat terus ditunjukkan oleh Bupati Lampung Utara, Dr. Ir. Hamartoni Ahadis, M.Si. Dalam rangkaian kunjungan kerja (kunker) ke seluruh wilayah kabupaten, Bupati menyambangi dua kecamatan sekaligus, yakni Kecamatan Bukit Kemuning dan Kecamatan Abung Tinggi. Kunjungan ini merupakan pemenuhan janji politik Bupati pasca-pelantikan, di mana ia berkomitmen untuk turun langsung ke lapangan guna memastikan roda pemerintahan berjalan hingga ke tingkat desa. Tidak sendirian, Bupati memboyong sejumlah pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) strategis untuk memberikan informasi program kerja sekaligus mendengar langsung keluhan warga. Sinergi Pemerintah dan Baznas untuk Kesejahteraan Salah satu agenda utama dalam kunker ini adalah penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan. Dalam rombongan kali ini, Bupati menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lampung Utara sebagai mitra pemerintah dalam pengentasan kemiskinan. Hadir mewakili lembaga zakat tersebut, Wakil Ketua I Baznas Lampung Utara, Harry Romadhon. Di kedua kecamatan tersebut, Harry secara simbolis menyerahkan paket bantuan sembako kepada para mustahik (penerima zakat). "Kehadiran kami di sini mendampingi Bapak Bupati adalah bentuk sinergi antara umara dan lembaga zakat. Kami menyalurkan amanah zakat, infak, dan sedekah dari para muzakki untuk meringankan beban saudara-saudara kita di Bukit Kemuning dan Abung Tinggi," ujar Harry Romadhon di sela-sela acara. Menyerap Aspirasi, Mempercepat Pembangunan Selain pembagian bantuan, sesi dialog menjadi momen yang paling dinantikan warga. Beberapa poin utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut meliputi: Infrastruktur: Percepatan perbaikan jalan penghubung antar desa. Pelayanan Publik: Sosialisasi kemudahan administrasi kependudukan oleh OPD terkait. Kesehatan & Pendidikan: Peningkatan fasilitas layanan kesehatan dasar di tingkat kecamatan. Bupati menegaskan bahwa kehadiran para kepala OPD dalam rombongan ini bertujuan agar setiap aspirasi yang masuk bisa langsung dicatat dan segera dikaji untuk ditindaklanjuti pada tahun anggaran berjalan maupun mendatang. "Kita pastikan pelaksanaan pembangunan sesuai dengan visi dan misi pembangunan yaitu terwujudnya Lampung Utara yang "Bermartabat", kata Bupati Hamartoni. Kunjungan kerja ini direncanakan akan terus berlanjut ke seluruh kecamatan di Lampung Utara secara bertahap, guna memastikan tidak ada wilayah yang merasa terpinggirkan dari program pembangunan pemerintah daerah.
BERITA05/02/2026 | Humas
LEGACY GUS DUR: ZAKAT ANTARA IBADAH DAN HARAPAN BANGSA
LEGACY GUS DUR: ZAKAT ANTARA IBADAH DAN HARAPAN BANGSA
Dua puluh lima tahun lalu, bangsa ini mencatat sebuah langkah penting yang kerap luput dari sorotan publik. Melalui Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 2001, Presiden Republik Indonesia ke-4, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), meletakkan fondasi berdirinya Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) sebagai institusi negara dalam pengelolaan zakat. Bagi saya, keputusan ini bukanlah kebijakan biasa, melainkan warisan pemikiran besar tentang bagaimana agama dihadirkan secara nyata dalam kehidupan berbangsa. Gus Dur memahami bahwa zakat tidak berhenti sebagai ritual personal antara manusia dan Tuhan. Ia melihat zakat sebagai kekuatan sosial yang dapat menjawab problem ketimpangan, kemiskinan struktural, dan keterbatasan akses ekonomi umat. Dalam pandangannya, negara memiliki peran penting untuk memastikan nilai-nilai keagamaan bekerja secara sistemik demi keadilan sosial. Sebagaimana pesan Gus Dur yang hingga kini terus bergema, “Agama harus menjadi sumber etika sosial, bukan alat konflik.” Melalui pendirian BAZNAS, Gus Dur menerjemahkan pesan tersebut ke dalam kebijakan nyata. Zakat ditempatkan bukan sekadar sebagai kewajiban individu, tetapi sebagai instrumen kolektif yang dikelola secara profesional, terukur, dan berdampak luas bagi masyarakat. Langkah ini menunjukkan keberanian berpikir yang melampaui zamannya. Gus Dur menempatkan nilai agama di simpul strategis antara moralitas, keadilan sosial, dan pembangunan nasional. Zakat tidak hanya dikumpulkan, tetapi dikelola dengan akuntabilitas, tanpa kehilangan ruh spiritualnya. Inilah wajah Islam yang inklusif, membumi, dan berpihak pada kemanusiaan. Gus Dur pernah mengingatkan, “Yang lebih penting dari simbol-simbol keagamaan adalah bagaimana nilai agama itu menghadirkan keadilan dan kemanusiaan.” Dalam konteks hari ini, ketika tantangan ekonomi semakin kompleks dan kesenjangan sosial masih nyata, pemikiran Gus Dur justru terasa semakin relevan. Zakat bukan hanya soal kepatuhan individu, melainkan tanggung jawab kolektif membangun bangsa yang berkeadilan. Negara, masyarakat, dan lembaga keagamaan perlu terus menjaga visi besar ini agar zakat benar-benar menjadi solusi, bukan sekadar simbol. Warisan Gus Dur mengajarkan bahwa agama dan negara tidak harus dipertentangkan. Keduanya justru dapat saling menguatkan ketika nilai spiritual diterjemahkan menjadi kebijakan yang berpihak pada rakyat kecil. Di situlah zakat menemukan makna sejatinya—sebagai ibadah yang hidup, bergerak, dan menyalakan harapan. Sebagaimana kata Gus Dur yang sangat manusiawi dan mendalam, “Memuliakan manusia berarti memuliakan kehidupan.” Dan melalui zakat yang dikelola dengan amanah, pesan itu terus hidup—mengalir dari para muzaki, menguatkan mustahik, dan menjadi denyut kepedulian bangsa. Artikel Opini By: Samsul Mungin
BERITA19/01/2026 | Humas
Warga Abung Surakarta Serahkan Bantuan Bencana Banjir Sumatera
Warga Abung Surakarta Serahkan Bantuan Bencana Banjir Sumatera
KOTABUMI – Bentuk kepedulian sosial ditunjukkan oleh masyarakat Kecamatan Abung Surakarta, Kabupaten Lampung Utara. Secara kolektif, warga berhasil mengumpulkan donasi kemanusiaan untuk membantu korban bencana banjir yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Bantuan berupa uang tunai sebesar Rp24.700.000 tersebut diserahkan langsung oleh Camat Abung Surakarta, M. Nur, M.M., kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Lampung Utara pada Senin (12/1). Penyerahan dilakukan di Kantor BAZNAS Lampung Utara dan diterima langsung oleh Ketua BAZNAS Lampung Utara, Budi Cipto Utomo yang didampingi seluruh Pimpinan Baznas Lampung Utara. Camat M. Nur mengutarakan bahwa sumbangan ini merupakan inisiatif warga masyarakat desa di wilayah Kecamatan Abung Surakarta sebagai bentuk keperdulian terhadap bencana alam banjir yang melanda beberapa daerah di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. "Tentu saja inisiatif yang baik ini harus didukung sepenuhnya," ujar M. Nur. Amanah dan Terpercaya Camat Abung Surakarta, M. Nur, menjelaskan bahwa dana tersebut merupakan hasil sumbangan sukarela dari seluruh lapisan masyarakat di wilayahnya. Ia menegaskan alasan kuat mengapa pihaknya memilih menyalurkan bantuan tersebut melalui BAZNAS. "Kami mempercayakan donasi ini melalui BAZNAS Lampung Utara karena kami sudah melihat bagaimana Baznas mengelola bantuan sampai ke lTimur Tengah, terutama Palestina. Sehingga kami meyakini lembaga ini sangat amanah dan profesional dalam mengelola serta menyalurkan bantuan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan," ujar M. Nur saat prosesi penyerahan. Apresiasi dari BAZNAS Sementara itu, Ketua BAZNAS Lampung Utara, Budi Cipto Utomo, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas kepercayaan masyarakat Abung Surakarta. Ia memastikan bahwa amanah tersebut akan segera diproses untuk didistribusikan ke wilayah-wilayah terdampak bencana di Sumatera. Hingga hari ini Baznas Lampung Utara telah menghimpun donasi sebesar Rp46.595.000,- Di mana telah disalurkan sebesar Rp21.895.000,- "Donasi ini adalah bukti nyata solidaritas masyarakat Lampung Utara terhadap saudara-saudara kita di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Kami akan segera menyalurkannya sesuai mekanisme agar manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh para korban banjir," pungkas Budi. Baznas Lampung Utara melalui Program Baznas Tanggap Becana membuka Dompet Bencana Baznas Lampura BSI Norek 7336421963. Dan juga turut membantu musibah bencana alam yang terjadi di beberapa lokasi di Lampung Utara seperti Blambangan Pagar dan Nyapah Banyu, Abung Pekurun, Juga terhadap warga yang mendapat musibah kebakaran di beberapa lokasi di wilayah Lampung Utara.
BERITA12/01/2026 | Humas
Baznas Lampung Utara Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang dan Puting Beliung di Abung Pekurun
Baznas Lampung Utara Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang dan Puting Beliung di Abung Pekurun
ABUNG PEKURUN (22/12) – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lampung Utara bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui program "Lampura Peduli" bagi warga terdampak bencana alam di Desa Nyapah Banyu, Kecamatan Abung Pekurun, Senin (22/12). Bantuan berupa paket sembako ini diserahkan kepada 47 kepala keluarga (KK) yang menjadi korban banjir bandang aliran Way Kiki, serta 2 KK yang rumahnya mengalami kerusakan berat (nyaris roboh) akibat tertimpa pohon saat angin puting beliung menerjang wilayah tersebut. Secara simbolis bantuan diserahkan Bupati Hamartoni Ahadis. Bupati berpesan terutama kepada para aparat desa dan kecamatan untuk senantiasa waspada karena pada bulan di ujung tahun dan awal tahun baru curah hujan semakin tinggi sehingga berpotensi terjadinya musiban banjir atau longsor. Bupati bersyukur tidak ada korban akibat musibah banjir ini. "Sekecil apapun bencana Pemda akan selalu hadir untuk membantu dan menenangkan warga," katanya. Kronologi Musibah Peristiwa banjir bandang terjadi pada Minggu (21/12) sekitar pukul 17.00 WIB. Hujan deras yang turun beberapa hari terakhir mengakibatkan debit air dari arah Gunung Gijul meningkat tajam hingga menjebol tanggul pembatas. Aliran Way Kiki yang meluap kemudian menerjang pemukiman warga dengan cepat. "Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian material cukup signifikan, termasuk satu unit bengkel motor non-permanen yang hanyut terbawa arus," lapor Kades Robet Andi Kusuma. Menurut keterangan warga, sungai Way Kiki setiap musim hujan debitnya selalu tinggi, arus air semakin tinggi dan kuat karena tingginya sedimentasi akibat marterial yang dibawah air dari atas gunung. "Tapi memang yang terjadi kemarin lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," cerita ibu-ibu kepada Baznas. Sinergi Penanganan Pascabencana Penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kolaborasi antara Baznas Lampung Utara, Disdukcapil dan Dinas Sosial guna meringankan beban harian para penyintas. Selain bantuan logistik, proses pemulihan di lokasi kejadian berlangsung sangat cepat. Nampak hadir dilokasi bencana: Waka I dan III Baznas Harry Romadhon dan Dadang Iskandar, Kadisdukcapil Maryadi Muhtar, Kadis Sosial Imam Hanafi, Kepala BPBD Erwin, Camat Abung Pekurun Darwis Setia Budi, Kapolsek dan Danramil Abung Barat. Hanya dalam waktu satu hari, seluruh rumah warga yang terdampak material lumpur berhasil dibersihkan. Keberhasilan ini berkat gotong royong masif yang melibatkan: Aparat BPBD Lampung Utara Personel Koramil dan Polsek Abung Barat Pemerintah Desa Nyapah Banyu Pihak Kecamatan Abung Pekurun Harapan bagi Warga Pihak Baznas berharap bantuan paket sembako ini dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan mendesak bagi para korban. Saat ini, warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, mengingat letak geografis pemukiman berada di kaki Gunung Gijul dan dilalui aliran sungai Way Kiki yang bermuara ke Bendungan (Danau) Way Rarem.
BERITA23/12/2025 | Humas
Baznas Lampung Utara Salurkan Bantuan "Lampura Taqwa" untuk Guru Ngaji di Abung Selatan
Baznas Lampung Utara Salurkan Bantuan "Lampura Taqwa" untuk Guru Ngaji di Abung Selatan
LAMPUNG UTARA (19/12) – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lampung Utara kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap pejuang syiar Islam di tingkat desa. Melalui program Lampura Taqwa, Baznas menyalurkan bantuan kepada tiga orang guru ngaji di Musholla Al Barokah, Dusun Tanjung Sari, Desa Bumi Raya, Kecamatan Abung Selatan, Jumat (19/1 Ketiga guru ngaji yang diberikan apresiasi yaitu: Rina Wati, Nur Anisa, dan Joni Nawawi, sedangkan dua mustahik yang mendapatkan bantuan yaitu: Partini dan Suwarti yang tinggal di sekitar Musholla Al Barokah. Penyerahan bantuan ini berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh tokoh agama setempat, ibu-ibu pengajian, serta puluhan anak-anak santri yang tampak antusias. Motivasi untuk Pejuang Al-Qur'an Hadir langsung dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua (Waka) III Baznas Lampung Utara, Dadang Iskandar. Dalam sambutannya di hadapan para hadirin, beliau menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk pengakuan dan perhatian pemerintah serta muzakki melalui Baznas terhadap dedikasi para guru ngaji. "Bantuan yang kami berikan ini mungkin terlihat sederhana secara nilai materi, namun ini adalah bentuk nyata perhatian dan motivasi dari kami. Kami ingin para guru ngaji tetap semangat dalam mendidik karakter dan akhlak generasi muda di Lampung Utara," ujar Waka III Baznas Lampura. Rasa Syukur Penerima Manfaat Suasana haru menyelimuti saat prosesi penyerahan bantuan. Ketiga guru ngaji yang selama ini mengabdi di Musholla Al Barokah menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kepedulian Baznas Lampung Utara. Mereka mengaku bantuan ini sangat bermanfaat untuk menunjang aktivitas sosial dan keagamaan mereka. Senada dengan itu, dua warga mustahik yang turut menerima santunan menyampaikan apresiasi serupa. Mereka merasa sangat terbantu dengan adanya kehadiran Baznas yang menjangkau hingga ke pelosok dusun. Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan sesi foto sebagai simbol kebersamaan antara ulama, umara, dan masyarakat dalam membangun Lampung Utara yang lebih agamis dan sejahtera.
BERITA19/12/2025 | Humas
Baznas Lampung Utara Salurkan Bantuan "Lampura Peduli"
Baznas Lampung Utara Salurkan Bantuan "Lampura Peduli"
Lampung Utara (18/12)--Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Lampung Utara kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat kurang mampu melalui program "Lampura Peduli". Kali ini, bantuan disalurkan kepada keluarga mustahik Ibu Hartini yang tinggal di Desa Pekuon Agung, Kecamatan Muara Sungkai. Ibu Hartini menjadi single parent setelah suaminya meningggal, harus menghidupi tiga orang anak, salah satunya mengalami disabilitas. Mereka hidup dalam kondisi serba terbatas dan menempati rumah yang tidak layak huni. Ironisnya, keluarga ini tidak termasuk dalam daftar penerima bantuan sosial pemerintah, sehingga semakin memperberat beban hidup mereka. Melihat kondisi tersebut, Baznas Lampung Utara hadir memberikan bantuan sebagai wujud nyata kepedulian terhadap keluarga mustahik yang membutuhkan. "Bantuan Baznas Lampura Peduli ini semoga dapat meringankan kebutuhan hidup keluarga," ujar Waka I Baznas Lampura, Harry Romadhon. Penyaluran bantuan "Lampura Peduli" juga dalam rangka merealisasikan Kerjasama BAZNAS Lampung Utara-Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil yaitu SEHATI (Sinergi Kemanusiaan dan Administrasi Kependudukan Terintegrasi) karenanya turut hadir Kepala Dinas Kadisdukcapil) Lampung Utara, Maryadi Muhtar, sebagai bentuk sinergi antar lembaga dalam memastikan bantuan tepat sasaran. Kadisdukcapil, Maryadi Muhtar, juga meminta aparat desa dan kecamatan untuk memperhatikan dan membantu warganya yang tidak mampu. Dia menambahkan apabila ada masalah dengan administrasi kependudukan dapat menghubungi pihak kecamatan atau langsung ke Disdukcapil untuk bisa cepat diproses administrasi kependudukannya. "Jangan sampai masalah administrasi mengakibatkan hak warga miskin terabaikan," demikian Maryadi mengingatkan. Program Lampura Peduli dan SEHATI Baznas & Disdukcapil terus melakukan kegiatan mambantu dan meringankan beban keluarga yang tidak mampu sepertu yang dialami Ibu Hartini. Kerjasama ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial harus terus digelorakan. Baznas Lampung Utara menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang belum tersentuh bantuan pemerintah.
BERITA18/12/2025 | Humas
Gerakkan Ekonomi Desa, BAZNAS Lampung Utara Salurkan Bantuan Modal Usaha untuk Ibu-Ibu di Suka Maju
Gerakkan Ekonomi Desa, BAZNAS Lampung Utara Salurkan Bantuan Modal Usaha untuk Ibu-Ibu di Suka Maju
LAMPUNG UTARA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lampung Utara terus berkomitmen memperdayakan ekonomi umat hingga ke tingkat desa. Kali ini, BAZNAS menyalurkan bantuan modal usaha mikro kepada enam orang ibu rumah tangga yang memiliki usaha kecil di Desa Suka Maju, Kecamatan Bunga Mayang, Lampung Utara. Bantuan ini menyasar para pelaku usaha kecil yang gigih membantu ekonomi keluarga melalui warung makanan, kedai minuman, serta usaha aneka gorengan. Meski diberikan dalam nilai yang sederhana, bantuan ini diproyeksikan menjadi stimulus tambahan modal bagi mereka. Pihak BAZNAS Lampung Utara menyatakan bahwa fokus utama dari program ini adalah memastikan roda ekonomi di tingkat rumah tangga tetap berputar. Dengan adanya tambahan modal ini, para ibu diharapkan dapat menambah variasi dagangan mereka, sehingga pendapatan harian dapat meningkat. "Kami ingin melihat usaha ibu-ibu di Desa Suka Maju ini semakin berkembang. Dengan bertambahnya jenis dagangan, baik itu makanan maupun minuman, diharapkan daya tarik pembeli meningkat dan hasilnya bisa membantu kebutuhan sekolah anak atau kebutuhan dapur," ujar Waka I Harry Romadhon saat penyerahan bantuan. Salah satu penerima manfaat , Warsiyah (56), mengungkapkan rasa syukurnya. Menurutnya, tambahan modal ini sangat berarti untuk mengisi kekosongan stok barang dan menambah jenis gorengan yang selama ini banyak ditanyakan pelanggan. Program bantuan usaha mikro ini merupakan salah satu pilar program ekonomi BAZNAS "Lampura Makmur" yang bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah masyarakat. BAZNAS berharap pola pemberdayaan seperti ini dapat menciptakan kemandirian ekonomi bagi warga di pelosok Kabupaten Lampung Utara. Hadir pada penyerahan bantuan Kadisdukcapil, Maryadi yant turut memotivasi para ibu-ibu yang turut membantu ekonomi keluarga.
BERITA18/12/2025 | Humas
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Lampung Utara.

Lihat Daftar Rekening →